KETIK, BANGKALAN – Dalam rangka menekan aksi kriminalitas di Kabupaten Bangkalan, Kepala Kepolisian Resort Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, melarang maayarakat untuk tidak membawa senjata tajam maupun senjata api jika keluar rumah atau bepergian.
Karena menurutnya, dengan membawa senjata tajam maupun senpi terkadang membuat masyarakat tidak bisa mengontrol emosi, lebih mudah berbuat tindak kriminal dan main hakim sendiri.
Dari informasi yang diterima kepolisian, terjadinya tidak pidana di Bangkalan mulai dari curanmor, penganiayaan, kenakalan remaja, pembunuhan, narkoba, balap liar, dan sabung ayam, tak lepas dari kebiasaan masyarakat membawa senjata tajam sebagai alat pelindung diri.
"Kami ingin menghilangkan kebiasaan dan budaya masyarakat, saat keluar rumah membawa sajam, sehingga saat menyelesaikan permasalahan dengan mudah menggunakan senjata tajam. Jika itu terjadi, tentu yang menjadi korban adalah anak, istri dan keluarganya," jelasnya.
"Sesuai Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur tentang larangan membawa senjata tajam dan pelanggaran terhadap pasal ini diancam dengan pidana penjara 10 tahun, karena masyarakat Madura bagian dari warga Negara Indonesia, maka undang-undang ini berlaku pula di Madura," tambah Kpolres.
Hal ini disampaikan dalam acara kunjungan kerja Jalin Silaturahmi dengan tokoh Ulama, tokoh masyarakat dan forum komunikasi pimpinan kecamatan di Polsek Geger dan Polsek Arosbaya.
Jum'at, 07 Februari 2025.
Dalam kesempatan tersebut mantan Kapolres Sampang itu mengajak masyarakat untuk bermitra dan bekerjasama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerahnya masing - masing.
"Sesuai dengan motto Kepolisian Negara Republik Indonesia Rastra Sewakotama yang berarti pelayan utama bangsa atau rakyat, kami akan memberikan perlindungan, pelayanan, pengayoman dan penegakan hukum pada masyarakat Bangkalan," tegas pria kelahiran Temanggung Jawa Tengah.
Hendro berharap seluruh Kepala Desa menyampaikan seruan ini kepada masyarakat, bahwa membawa senjata tajam melanggar hukum dan tidak bisa ditolerir. (*)
Kapolres Bangkalan Tak Akan Tolerir Masyarakat yang Keluar Rumah Bawa Sajam/Senpi
7 Februari 2025 23:10 7 Feb 2025 23:10
Kunjungan kerja Kapolres Bangkalan pada tokoh ulama, tokoh masyarakat dan forkopimcam di Polsek Geger dan Arosbaya (Foto.Ismail Hs/Ketik.co.id)
Trend Terkini
6 Maret 2026 14:54
Operasional MR.DIY di Jombang Disorot, Pakar Hukum Minta Pemkab Tegakkan Perda Tanpa Tebang Pilih
7 Maret 2026 14:44
16 PPPK Paruh Waktu Abdya Tak Dilantik, Dua Proses BKN, 2.065 Terima SK Hari Senin
11 Maret 2026 04:39
BGN Hentikan 18 Dapur SPPG MBG di Probolinggo, Berikut Daftarnya dan Respon dari Pemerintah Daerah
9 Maret 2026 21:33
Transfer Dana Pusat Menyusut, Pemkab Bondowoso Blak-blakan Soal Keuangan di Hadapan Mahasiswa
7 Maret 2026 14:54
SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Bagikan Puding Cair, Wali Murid Mengeluh
Tags:
Kunjungan kerja Kpolres Bangkalan larang sajam dan senpiBaca Juga:
Masuk Radar KPK! Kabupaten Asahan Dinilai Jadi Kandidat Kabupaten Anti Korupsi 2026Baca Juga:
Dirut Perumdam Tirta Kalimaya Temui Bupati Lebak, Bahas Peningkatan Pelayanan Air BersihBaca Juga:
Disnaker Lebak Perkuat Hubungan Industrial Lewat Pembinaan di PT PWI 6Baca Juga:
Bunda PAUD Kabupaten Asahan Kunjungan Kerja ke PAUD dan PosyanduBaca Juga:
Pemkab Asahan Terima Kunjungan Kerja DPRD Sumut, Bahas Ranperda PesantrenBerita Lainnya oleh Ismail Hasyim
12 Maret 2026 20:57
Jalan Akses Pelabuhan Socah Tertunda, Tokoh Bangkalan Soroti Hilangnya Dana Rp34 Miliar
12 Maret 2026 14:33
Mahasiswa Internasional Belajar Batik dan Tongkos Bangkalan, Kagumi Tradisi Madura
12 Maret 2026 10:08
BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat Komunitas Masjid dan Lingkungan Warga
12 Maret 2026 04:32
BPJS Ketenagakerjaan Madura Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Bangkalan
11 Maret 2026 22:34
Rektor UTM Buka Puasa Bersama Wartawan, Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi
