KETIK, MALANG – Sebanyak 120 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal beroperasi penuh di Kota Malang di tahun 2026. Akibat terjadi penyesuaian dengan regulasi, terjadi peningkatan kebutuhan unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, menjelaskan saat ini baru terdapat sekitar 67 SPPG yang beroperasi di Kota Malang. Seiring dengan perubahan basis data penerima manfaat, maka dibutuhkan penambahan jumlah SPPG.
Sebelumnya, satu unit dapur dapat melayani 3.000-4.000 penerima manfaat. Namun, kini setiap dapur hanya dapat memproduksi MBG untuk 2.500-3.000 penerima manfaat setelah regulasi terbaru diumumkan oleh pemerintah.
"Sudah naik kebutuhan SPPG. Kalau dulu kan ada 3.000 sampai 4.000 penerima manfaat di 1 dapur, sekarang dibatasi maksimal 3.000. Jadi kebutuhan SPPG sekitar 120 unit," ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Menurutnya, kebutuhan 120 dapur MBG dapat terpenuhi 100 persen di tahun 2026 ini. Terlebih program MBG menjadi salah satu sorotan dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto.
Athoillah menjelaskan Kecamatan Klojen menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan intervensi terkait program MBG. Hal tersebut disebabkan banyak sekolah yang berada di kecamatan tersebut.
"Daerah yang kurang itu di Kecamatan Klojen soalnya di sana juga jumlah sekolahnya banyak," lanjutnya.
Ia juga mengakui masih banyak sekolah berbasis keagamaan yang belum terjangkau oleh MBG. Pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk dapat mengoptimalkan pendistribusian MBG bagi siswa sekolah.
"Untuk cover madrasah itu memang masih sedikit terutama yang di tengah-tengah kota. Tapi tahun ini diupayakan. Kami terus berupaya koordinasi dengan Kemenag. Kendala lainnya juga memang jarak dari sekolah itu tidak dengan dengan SPPG," katanya.(*)
