Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22 11 Apr 2026 23:22

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Viki Alzanando Prastiyan (11), siswa SDN 1 Gedangan saat menjalani perawatan di RSU Medical Mandiri Pacitan akibat dugaan keracunan MBG, Sabtu malam, 11 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Sejumlah siswa di Kabupaten Pacitan dilaporkan masih menjalani perawatan medis usai diduga mengalami keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satunya diketahui bernama Viki Alzanando Prastiyan (11), siswa kelas 5 SDN 1 Gedangan, Kecamatan Tegalombo. 

Hingga Sabtu malam, 11 April 2026, ia masih dirawat di RSU Medical Mandiri Pacitan.

Bibinya, Elvina Citra Sari, menceritakan peristiwa itu bermula pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. 

Saat itu, Viki mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari SPPG Sejahtera Kebondalem, berupa nasi, telur bebek, tahu bacem, dan buah melon.

Setelah makan, aktivitas korban sempat berjalan normal. 

Ia masih bermain sepak bola, menjalankan salat Dzuhur, dan pulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB tanpa keluhan berarti.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, korban mulai mengeluh sakit perut. 

Awalnya keluhan tersebut dianggap ringan hingga ia masih sempat bermain.

"Kemudian mulai muntah-muntah sekitar jam 5 sore. Setelah itu sempat dicarikan obat dan istirahat," kata Elvina kepada Ketik.com, Sabtu, 11 April 2026.

Kondisi korban justru memburuk setelah bangun tidur. 

Ia mengalami muntah dan diare secara terus-menerus pada hari yang sama.

Keluarga sempat membawa korban berobat ke mantri sebanyak dua kali, namun tidak menunjukkan perbaikan. 

Bahkan keesokan harinya, Jumat, 10 April 2026, mantri kesehatan kembali datang ke rumah untuk memberikan obat tambahan, tetapi kondisi korban tetap melemah dan diare tidak berhenti.

Karena tidak ada perubahan, korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dokter, korban didiagnosis mengalami infeksi pencernaan akibat makanan.

"Untuk hasil dari diagnosa atau lab itu terkena infeksi pencernaan dikarenakan makanan. Saat ini kondisinya sudah tidak panas, sudah tidak muntah, tapi masih diare," ujarnya.

Elvina juga menyebut setidaknya ada 3-4 siswa dari SDN 1 Gedangan yang mengalami kondisi serupa setelah mengonsumsi MBG.

"Ada yang bilang dari temennya, bau makanannya pas hari itu kecut kayak hampir basi," ungkapnya.

Ditanya soal pertanggungjawaban, pihak keluarga tidak menuntut ganti rugi atas kejadian tersebut. 

Jika memang benar keponakannya itu mengalami keracunan MBG, pihaknya hanya berharap ada evaluasi terhadap penyedia makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Untuk pertanggungjawabannya dari pihak saya tidak meminta apa-apa, hanya minta ke depannya untuk SPPG diperbaiki lagi, lebih teliti lagi supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Keracunan MBG siswa SD dirawat SPPG Kebondalem Makanan Bergizi Gratis kesehatan anak Berita pacitan MBG di Pacitan