Kanada Tertarik Investasi di Jateng, Fokus Pertanian dan Kesehatan

6 Maret 2026 10:20 6 Mar 2026 10:20

Thumbnail Kanada Tertarik Investasi di Jateng, Fokus Pertanian dan Kesehatan

Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahas minat investasi (Foto : Hms for ketik.com)

KETIK, BREBES – Minat investasi asing di Jawa Tengah tetap menunjukkan tren positif meskipun situasi geopolitik global masih diliputi ketidakpastian. Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, bahkan menyatakan ketertarikan negaranya untuk memperluas kerja sama investasi di provinsi tersebut, khususnya pada sektor pertanian, ketahanan pangan, dan teknologi kesehatan.

Ketertarikan tersebut disampaikan Jess Dutton saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 5 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Jess menegaskan hubungan bilateral Kanada dan Indonesia yang selama ini terjalin baik membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pada level pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah Kanada saat ini sedang memetakan berbagai peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Dalam proses tersebut, Jawa Tengah dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah tujuan investasi.

“Kami sedang melihat peluang potensial untuk perdagangan dan investasi antara kedua negara. Tentu saja Jawa Tengah sangat penting untuk itu, jadi saya berharap dapat melakukan lebih banyak lagi di sini,” ujar Jess.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama Jawa Tengah. Sementara itu, Kanada memiliki keunggulan dalam penyediaan bahan baku pupuk serta teknologi pertanian modern yang dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor tersebut.

Jess juga mengungkapkan bahwa Kanada telah menjalankan sejumlah program di Jawa Tengah yang mendukung petani skala kecil, terutama dalam pengelolaan lahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Sebenarnya kami sudah memiliki program di Jawa Tengah yang membantu petani kecil, agar pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahannya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” katanya.

Selain sektor pertanian, Kanada juga membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan. Bentuk kerja sama yang ditawarkan antara lain pengembangan teknologi kesehatan, pertukaran tenaga medis, pendidikan dokter, hingga pengembangan teknologi pengobatan berbasis robotik.

“Universitas di Kanada siap bekerja sama dalam bidang kesehatan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif ketertarikan Kanada untuk meningkatkan investasi di wilayahnya. Ia menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat pengembangan sejumlah sektor strategis di Jawa Tengah.

Menurut Luthfi, realisasi investasi di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp88,6 triliun. Namun kontribusi investasi dari Kanada masih relatif kecil dibandingkan negara lainnya.

“Kanada saat ini masih berada di sekitar peringkat 40-an negara sumber investasi di Jawa Tengah. Karena itu kami berharap Kanada dapat meningkatkan investasi di berbagai sektor dan ikut mendorong kemajuan ekonomi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data periode 2021–2025, Kanada menempati peringkat ke-49 sebagai negara investor di Jawa Tengah dengan total nilai investasi sekitar Rp4,35 miliar. Investasi tersebut tersebar di sektor industri kimia dan farmasi sebesar 52 persen, perdagangan dan reparasi 25 persen, hotel dan restoran 1 persen, serta sektor lainnya sebesar 22 persen.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Luthfi secara khusus menawarkan peluang kerja sama investasi pada sektor pertanian dan kesehatan. Kedua sektor tersebut sejalan dengan fokus program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2026 yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

“Sumber pangan nasional sekitar 16 persen berasal dari Jawa Tengah. Ini menjadi peluang besar untuk kerja sama penguatan sektor pertanian,” jelasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Embang Hanung Triyono, Kepala DPMPTSP Sakina Rosellasari, serta Kepala Dinas Kesehatan Yunita Dyah Suminar.

Dalam kesempatan yang sama, Jess juga menyampaikan apresiasi terhadap banyaknya perempuan yang menempati posisi strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saya senang melihat banyak staf Bapak adalah perempuan. Ini menunjukkan adanya kesetaraan gender,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada juga terus mendukung berbagai program pembangunan di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup sektor kesehatan seksual dan reproduksi, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan hak pekerja.

Salah satu program yang saat ini berjalan adalah Better and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Phase II (BERANI II). Program tersebut merupakan kerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA), UNICEF, dan UN Women.

Program BERANI II diluncurkan pada Januari 2024 dan direncanakan berlangsung hingga Desember 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan reproduksi serta perlindungan hak perempuan di Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

investasi Dubes Kanada Ahmad Luthfi Jateng '