KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang optimis terhadap serapan tenaga kerja di tahun 2026. Pasalnya serapan tenaga kerja di Kota Malang diproyeksikan meningkat hingga 14.000 tenaga kerja atau mengalami peningkatan hingga 20 persen.
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menjelaskan, pada tahun 2025 lalu, sebanyak 11.700 tenaga kerja berhasil terserap. Apabila proyeksi tersebut terealisasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Malang di tahun 2026 pun dapat turun menjadi 5,4 persen.
"Kami mencatat 2025 serapan tenaga kerja sudah 11.700an. Artinya, kalau kenaikan investasi 20 persen (dari capaian 2025) maka untuk serapan tenaga kerjanya juga sama atau bahkan bisa lebih," ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Arif menyebut, TPT Kota Malang pun terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, persentase TPT Kota Malang ialah 6,10 persen menjadi 5,69 persen di tahun 2025.
Menurutnya, peningkatan serapan tenaga kerja dan juga penurunan TPT di Kota Malang bukan hal yang mustahil. Mengingat target investasi pun mengalami peningkatan dan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan.
"Sektor lapangan pekerja penyumbang investasi, pertama makanan minuman seperti kafe, restoran, hingga rumah makan itu 45 persen, kemudian ada properti 25 persen, dan setelah itu hotel dengan 20 persen," jelasnya.
Arif menyebut, total investasi yang diperoleh pada 2024 melampaui target Rp1,4 triliun yakni sebesar Rp2,4 triliun. Sedangkan di tahun 2025, investasi Kota Malang berhasil menyentuh Rp3,11 triliun dari target Rp3,06 triliun.
"Kota Malang pada tahun 2026 ini target investasinya mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan 2025. Jadi kita harus memenuhi target investasi sekitar Rp3,6 triliun," katanya. (*)
