KETIK, BREBES – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama dua hari berturut-turut menyebabkan Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, meluap. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 2 Maret 2026 dan merendam permukiman warga.
Sejumlah desa terdampak banjir, yakni Desa Karangmalang, Ketanggungan, Dukuhturi, dan Padakaton. Luapan air tidak hanya menggenangi ribuan rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah sekitar.
Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 672 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat banjir tersebut. Ketinggian air di permukiman warga berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Sedikitnya 2.680 rumah terendam, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, seperti gedung sekolah, perkantoran, dan tempat ibadah. Akibatnya, pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar terhenti sementara.
Merespons kondisi darurat ini, PMI Kabupaten Brebes segera menerjunkan personel ke lokasi bencana. Tim melakukan assessment (kaji cepat) guna memetakan kebutuhan mendesak para penyintas.
PMI juga mendirikan posko darurat sebagai pusat koordinasi bantuan dan layanan kesehatan di lokasi yang dinilai lebih aman.
Petugas tetap bersiaga karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat masih dapat terjadi pada 2–3 Maret 2026.
Banjir di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, warga kerap menghadapi kondisi serupa. Situasi ini memicu keresahan dan mendorong masyarakat mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah penanganan permanen.
"Kami berharap program normalisasi sungai segera dimaksimalkan. Jika hanya penanganan darurat terus-menerus, kami akan selalu dihantui rasa was-was setiap hujan turun," ujar salah seorang warga di lokasi terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan PMI bersama BPBD dan instansi terkait masih memantau perkembangan tinggi muka air serta memastikan keselamatan warga di titik-titik rawan banjir. (*)
