KETIK, BREBES – Di tengah ketatnya persaingan fasilitas kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes berhasil mencuri perhatian publik.
Tidak hanya mengandalkan kelengkapan alat medis dan dokter spesialis, rumah sakit ini kini menjadi rujukan alternatif utama berkat penerapan layanan prima yang menyentuh sisi humanis pasien.
Berdasarkan konsep pelayanan prima (service excellent), aspek keramahtamahan atau attitude menjadi pilar utama yang dirasakan langsung oleh pengunjung.
Sejumlah pasien mengaku merasa senang dan bangga bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit ini karena sikap para pegawainya, mulai dari petugas keamanan, staf administrasi, perawat, hingga dokter yang menunjukkan dedikasi tinggi melalui senyum, sapa, dan respons yang cepat.
"Saya merasa sangat dihargai di sini. Bukan cuma soal pengobatannya, tapi keramahan pegawainya membuat kami merasa tenang dan tidak cemas selama masa penyembuhan," ujar Wiyne Kestianingrum, salah satu pasien rawat inap yang ditemui di lokasi, Senin 2 Maret 2026.
Sebagai RS Kelas B, fasilitas ini memang memiliki kapasitas medis yang mumpuni untuk menangani rujukan spesialis luas dan subspesialis terbatas. Namun, manajemen menyadari bahwa kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh empati dan perhatian (attention) yang diberikan oleh seluruh staf.
Pihak manajemen rumah sakit berkomitmen untuk terus mempertahankan standar tinggi ini. Mereka percaya bahwa lingkungan yang positif dan penuh keramahan tidak hanya meningkatkan rasa bangga pasien, tetapi juga secara psikologis membantu mempercepat proses pemulihan.
Dengan tren ini, RSUD Brebes kini semakin kokoh sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang mendambakan layanan kesehatan berkualitas dengan sentuhan hati.
Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi mengatakan bahwa keselamatan dan kenyamanan pasien selalu menjadi fokus utama.
"Kami ingin setiap pasien merasa tenang dan aman saat berada di sini. Senyum dan keramahan petugas adalah bentuk dedikasi kami untuk melayani dengan sepenuh hati," ujar Direktur RSUD Brebes, Senin 2 Maret 2026.
Sementara ditegaskan kembali oleh Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian & Mutu RSUD Brebes dr. Aries Suparmiati bahwa keramahan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kenyamanan pasien, yang juga didukung oleh fasilitas yang semakin modern.
"Kita sadar, antrean panjang bisa membuat pasien kesal. Namun, senyum tulus dari petugas seringkali menjadi penyegar yang membuat suasana lebih ringan. Ini membuktikan bahwa sentuhan humanis sama pentingnya dengan obat-obatan medis," ujar dr. Aries Suparmiati.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa layanan inovatif yang manusiawi tidak hanya terbatas pada keramahan verbal. RSUD Brebes juga menghadirkan berbagai layanan yang mempermudah masyarakat, seperti Siposan Ramah (Sistem Informasi Posisi Antrean Ramah) untuk pasien rawat jalan, serta transformasi layanan BPJS yang kini jauh lebih cepat, cukup dengan membawa KTP saja.
Dengan kombinasi tenaga medis yang kompeten dan keramahan yang tulus, RSUD Brebes kini bukan hanya tempat untuk menyembuhkan penyakit fisik, melainkan juga mitra yang peduli terhadap kesembuhan emosional setiap pasiennya.(*)
