KETIK, MALANG – Sebanyak 5.000 personel Banser dari berbagai daerah di Jawa Timur dikerahkan untuk mengamankan jalannya Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dari total personel tersebut, sekitar 2.000 anggota disiagakan penuh di area utama kegiatan. Sementara sisanya disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari drop zone jemaah, tempat transit, hingga lokasi videotron di sekitar stadion.
Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Timur, Rizza Ali Faizin, membenarkan skema pengamanan tersebut.
"Yang di dalam area utama kegiatan sekitar 2.000 personel. Sementara yang lain menyebar di beberapa titik-titik strategis lainnya," jelasnya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Sistem pengamanan dilakukan secara terintegrasi. Personel Banser dari masing-masing wilayah asal turut mengawal jemaah sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi kegiatan di Kota Malang.
"Setiap jemaah sudah diplot sektornya. Dari daerah ini turun di titik ini, semuanya sudah ada petugas termasuk Banser yang mengarahkan," tambahnya.
Meski kawasan Stadion Gajayana sempat diguyur hujan, rangkaian kegiatan dan prosedur pengamanan dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, persiapan pengamanan dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Selain kekuatan internal Banser, pengamanan Mujahadah Kubro ini juga melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satpol PP.
"Alhamdulillah persiapan sudah sekitar 90 persen. Dengan sinergi lintas instansi ini, kami kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses," pungkasnya. (*)
