Jaga Kualitas Buka Puasa, Menu SPPG Syair Beji Beralih ke Menu Kering dan Atur Jam Kirim

24 Februari 2026 12:50 24 Feb 2026 12:50

Thumbnail Jaga Kualitas Buka Puasa, Menu SPPG Syair Beji Beralih ke Menu Kering dan Atur Jam Kirim

Para relawan melakukan pengemasan menu kering di SPPG Syair Beji, Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/ketik.com)

KETIK, BATU – Distribusi menu Ramadan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Syair Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dialihkan ke menu kering guna menjaga kualitas dan ketahanan pangan hingga waktu berbuka.

Skema tersebut disesuaikan dengan anjuran Badan Gizi Nasional (BGN) agar makanan yang dibagikan memiliki masa simpan lebih panjang.

Kepala SPPG Syair Beji, Ahmad Jalaludin, menjelaskan bahwa selama Ramadan pihaknya tidak lagi mendistribusikan menu basah. Kebijakan ini bertujuan memastikan makanan tetap layak konsumsi saat disantap pada waktu berbuka puasa.

“Untuk pendistribusian Ramadan, kami menggunakan menu kering. Menu basah sementara kami hentikan. Anjuran dari pusat agar makanan yang dibagikan memiliki masa ketahanan lebih panjang hingga waktu berbuka,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menegaskan, tidak ada pengurangan kuantitas maupun kualitas dalam paket makanan yang dibagikan. Harga tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar.

“Kuantitas tetap sama, tidak ada yang dikurangi. Nilai per porsinya tetap Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar,” katanya.

Dari sisi teknis, jadwal distribusi juga disesuaikan dengan jam pulang sekolah. Makanan dikirim mendekati waktu siswa meninggalkan sekolah agar ketahanan pangan tetap terjaga hingga dikonsumsi.

“Pengiriman kami sesuaikan dengan jam pulang sekolah. Kami atur mendekati waktu tersebut supaya makanan tetap aman dan layak saat dimakan ketika berbuka,” jelasnya.

Terkait komposisi menu, Ahmad merinci sejumlah bahan yang dipilih memiliki daya tahan lebih lama, seperti roti, abon, telur, buah, serta variasi kudapan seperti dimsum dan pastel. Pemilihan menu didasarkan pada pertimbangan masa simpan hingga waktu berbuka.

Selain memperhatikan aspek ketahanan pangan, SPPG Syair Beji juga melibatkan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan baku. Roti, misalnya, dipasok dari pelaku UMKM di sekitar Desa Beji, sementara tempe diperoleh dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk kebutuhan menu tempe crispy.

“Alhamdulillah, untuk UMKM lokal sudah kami libatkan. Roti kami ambil dari sekitar Beji, dan untuk tempe bekerja sama dengan BUMDes,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mendorong seluruh dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan penggunaan komoditas pertanian dan peternakan asal Kota Batu.

Sebagai kota agropolitan, Kota Batu dinilai memiliki kapasitas memadai untuk menjadi pemasok utama bahan baku MBG, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga produk peternakan lainnya.

“Kami ingin program nasional MBG ini memberikan manfaat ganda. Anak-anak memperoleh asupan gizi yang berkualitas, sementara petani dan peternak lokal juga merasakan dampak ekonominya,” ujar Alfi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ramadan 1447 Hijriah program MBG Dapur SPPG SPPG Syair Beji Kota Batu