KETIK, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat dan Israel masih terus menyerang dan berusaha melumphkan berbagai fasilitas publik di Iran. Bandara sipil dan penargetan pesawat penumpang disebut sebagai kampanye teror dan kejahatan terhadap rakyat sipil Iran.
Dilansir WANA, Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memposting ulang pesan dari Iran Air di platform media sosial X dan menulis:
“Serangan pengecut! terhadap bandara sipil dan penargetan yang disengaja terhadap pesawat penumpang Iran Air di Bushehr merupakan babak kelam lain dalam kampanye teror dan kejahatan para agresor terhadap rakyat Iran,” tulisnya.
Menurut laporan tersebut, Iran Air sebelumnya memang telah menulis dalam sebuah unggahan di X: “Tidak, tidak, tidak — senjata nuklir tidak diproduksi di sekolah, rumah sakit, museum, stadion sepak bola, pesawat komersial… Bandara Bushehr, Bandara Mehrabad, atau di tempat lain di Iran.”
Postingan akun resmi Maskapai Iran Air setelah Bandara sipil Bushehr Airport diserang bom Israel dan Amerika Serikat, 5 Maret 2025. (Foto: Tangkapan layar X)
Fasiltas Publik Masih Terus Diserang AS dan Israel
Di lain sisi, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyebut pusat layanan publik masih terus menjadi sasaran target bom-bom AS dan Israel.
Dia menekankan bahwa meskipun ada klaim bahwa situs militer menjadi sasaran, hal itu tidak benar, dan sayangnya pusat-pusat yang menyediakan layanan publik kepada warga sipil juga diserang.
Fatemeh Mohajerani mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa selama serangan berkelanjutan oleh Israel dan Amerika Serikat di berbagai daerah, gedung layanan darurat di Shiraz, Rumah Sakit Imam Ali di Andimeshk, dan fasilitas Bulan Sabit Merah di kota Mahabad telah menjadi sasaran.
Ia menambahkan bahwa salah satu rumah sakit yang sebelumnya rusak adalah rumah sakit di Salas-e Babajani di provinsi Kermanshah.
“Sayangnya, kita menyaksikan serangan terhadap fasilitas yang menyediakan layanan publik kepada masyarakat,” katanya, menambahkan bahwa jumlah petugas kesehatan yang tewas kini telah mencapai sepuluh orang.
Juru bicara pemerintah juga berbicara tentang langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga kehidupan sehari-hari warga tetap normal.
Ia menjelaskan bahwa dengan wewenang tambahan yang diberikan kepada masing-masing gubernur provinsi, cadangan strategis—termasuk barang-barang penting dan obat-obatan—tersedia dalam jumlah yang cukup. Yang dimaksud dengan barang-barang penting, katanya, adalah kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, ayam, daging, telur, dan gula, yang semuanya tersedia dalam jumlah yang memadai.
Mohajerani juga mencatat bahwa Kamar Dagang Iran telah mengumumkan bahwa cadangan gandum dan tepung mencukupi, dan oleh karena itu, tidak ada alasan untuk khawatir dalam hal tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemilik toko dan bisnis yang tetap buka, membantu kehidupan sehari-hari berlanjut senormal mungkin—terutama para pembuat roti dan pengecer kecil yang tetap mengoperasikan toko mereka.
Jumlah Korban Jiwa
Hingga hari ini, 8 Maret 2026, Pemerintah Iran menyebut warga sipil mereka yang menjadi korban meninggal akibat serangan AS dan Israel berjumlah 1332 korban jiwa. Itu sejak serangan dilancarkan pada 28 Februari 2026. Termasuk 168 korban jiwa akibat bom yang menghancurkan sekolah dasar khusus perempuan di Minab. (*)
