Komite Ekraf dan Disbudpar Bojonegoro Perkuat Sinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif Daerah

4 Februari 2026 11:58 4 Feb 2026 11:58

Thumbnail Komite Ekraf dan Disbudpar Bojonegoro Perkuat Sinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif Daerah

Kadisbudpar Elzadeba Agustina saat menemui tim rombongan komite Ekraf. (Foto: Istimewa)

KETIK, BOJONEGORO – Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bojonegoro melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan program kerja serta memperkuat sinergi pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Rombongan Komite Ekraf Bojonegoro dipimpin langsung oleh Ketua Komite Ekraf, Alfian. Kehadiran mereka diterima Kepala Disbudpar Bojonegoro bersama sekretaris dinas dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif di kantor Disbudpar.

Dalam pertemuan tersebut, Alfian menyampaikan bahwa Komite Ekraf Bojonegoro telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif bersama pemerintah daerah maupun komunitas kreatif. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal awal untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Bojonegoro.

“Kami telah menjadi pelaksana kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Bojonegoro. Selain itu, kami juga menggelar kegiatan bersama sekitar 20 komunitas kreatif melalui agenda Bolo Fest,” ungkap Alfian.

Ia menegaskan, Komite Ekraf Bojonegoro siap berperan sebagai mitra strategis Disbudpar dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Sinergi tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui kolaborasi program, peningkatan kapasitas pelaku ekraf, serta penguatan jejaring komunitas kreatif.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan potensi yang sudah ada. Menurutnya, sektor tersebut harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan daerah.

“Pariwisata dan kebudayaan itu tidak bisa lagi hanya bicara soal yang sudah pasti, seperti Kayangan Api, geopark, atau kesenian yang sudah kita miliki. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah bagaimana pariwisata dan kebudayaan itu memberi efek ekonomi,” tegasnya.

Ia menambahkan, ekonomi kreatif memiliki ruang yang luas untuk masuk dari berbagai sisi, baik melalui sektor pariwisata maupun kebudayaan. Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Ekonomi kreatif bisa masuk dari sisi pariwisata, bisa juga dari sisi kebudayaan. Tujuan akhirnya selain membahagiakan, juga harus mendatangkan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Kepala Disbudpar juga mendorong Komite Ekraf Bojonegoro agar terus bersinergi dengan program-program yang telah berjalan di lingkungan Disbudpar, mulai dari sektor seni, UMKM, hingga subsektor ekonomi kreatif lainnya.

“Kami mendukung teman-teman Komite Ekraf untuk terlibat dan bersinergi dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Disbudpar, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, agar tampilan pariwisata dan kebudayaan Bojonegoro semakin menarik dan bernilai ekonomi,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Agenda ini diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya kerja sama yang lebih konkret antara Komite Ekraf Bojonegoro dan Disbudpar Bojonegoro dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah. (*)

Tombol Google News

Tags:

#Kepala Dinas Kebudayaan dan Wisata #menerima kunjungan tim #Ekrap Kabupaten Bojonegoro