KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) akan menertibkan spanduk dan baliho promosi yang dinilai mengganggu keindahan kota. Hal ini sejalan dengan atensi khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap penataan wajah perkotaan secara nasional.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan penertiban media promosi luar ruang sebenarnya telah mulai dibahas sejak tahun 2025 sebagai bagian dari evaluasi bersama pemerintah pusat terkait persoalan sampah visual, spanduk, dan baliho yang berlebihan.
“Ini bagian dari evaluasi nasional, tidak hanya soal sampah, tetapi juga spanduk dan baliho. Sejak 2025 kami sudah menginisiasi pembahasan penataan media promosi agar lebih tertib,” ujarnya, saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Ia menegaskan, fokus utama kebijakan tersebut adalah menjaga estetika kota. Karena itu, Pemkot Batu mendorong peralihan media promosi konvensional menuju sistem digital yang dinilai lebih rapi dan ramah lingkungan.
“Yang kami utamakan adalah estetika kota. Media promosi ke depan kami dorong menjadi digital semua, sehingga tidak menimbulkan sampah. Tinggal diubah oleh operator, tidak perlu lagi cetak spanduk atau baliho,” jelasnya.
Meski demikian, Nurochman menegaskan kebijakan penertiban tidak akan diberlakukan secara kaku, khususnya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, promosi yang dipasang di area usaha masing-masing masih diperbolehkan selama tidak mengganggu ruang publik.
“Kalau spanduk UMKM dipasang di warungnya sendiri, itu tidak masalah. Yang penting tidak memanfaatkan badan jalan atau ruang publik. Kita harus tetap mendukung UMKM, jangan sampai usaha kecil justru dimatikan oleh kebijakan yang terlalu kaku,” tegasnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya penataan wajah kota, terutama terkait ketertiban reklame, baliho, dan spanduk yang dinilai sudah terlalu berlebihan dan mengganggu estetika lingkungan perkotaan.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin, 2 Februari 2026. (*)
