KETIK, MALANG – Embong Arab, pemukiman dengan penduduk beretnis Arab yang terkenal di Kota Malang. Tak hanya tinggal, masyarakat Malang dengan keturunan Arab ini memberikan dampak signifikan pada perkembangan kebudayaan Arab di Kota Malang.
Indonesia memiliki penduduk yang beragam etnisnya. Dengan sejarah panjang negara ini, terdapat beberapa daerah yang memiliki kawasan yang penduduknya beretnis Arab.
Kawasan dengan etnis Arab ini dikenal dengan Kampung Arab. Berawal dari kaum Hadramaut, Yaman yang biasa melakukan imigrasi, salah satunya di Indonesia.
Hingga saat ini mereka tersebar dan menetap di berbagai penjuru Nusantara. Banyak dari mereka yang berprofesi sebagai juru dakwah, menikah dengan penduduk pribumi, menjadi pedagang sebagai bentuk pendekatan dengan kaum aristokrat. Sehingga, mereka mampu menduduki posisi penting di tengah masyarakat Indonesia.
Kota Malang menjadi salah satu daerah yang memiliki Kampung Arab, biasa di kenal dengan Embong Arab.
Embong Arab tak hanya sekadar sebuah wilayah pemukiman orang-orang keturunan Arab, tapi juga menjadi simbol identitas dan warisan budaya yang mendalam.
Pemukiman Arab ini mulai berkembang sejak akhir abad ke-19 saat gelombang imigran dari Arab, terutama Hadramaut, Yaman mulai menginjakan kaki di Indonesia. Mereka datang salah satunya untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik serta menyebarkan ajaran agama Islam.
Hingga sampai Di Kota Malang dengan tanah yang subur, mereka akhirnya menetap dengan berdagang dan membangun komunitas yang kuat dalam mempertahankan tradisi serta budaya mereka.
Tak hanya itu, Embong Arab juga melewati sejarah zaman kolonial Belanda di Kota Malang. Pada zaman kolonial Belanda, tercetus kebijakan pengelompokan tempat. Pemerintah Hindia Belanda memberikan lokasi khusus untuk kaum Arab yang berada di belakang Masjid Jami'.
Tepatnya di Jalan Syarif Al-Qodri, Klojen, Kota Malang yang hingga saat ini penduduk beretnis Arab melakukan kegiatan kesehariannya. Pada umumnya, mereka keturunan dari Yaman, lebih tepatnya daerah Tarim dan Hadramaut. Tak hanya itu, di Kota Malang mereka memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.
Tak hanya itu, anak-anak dari mereka beberapa dikembalikan ke Tarim untuk mengemban ilmu agama Islam selama beberapa tahun hingga nantinya kembali ke Kota Malang dan mengajarkan ilmunya kepada masyarakat sekitar.
Kaum Arab ini kebanyakan hidup dengan berdagang sebagai tradisinya. Sehingga, tak heran jika di kawasan Embong Arab terlihat banyak ruko-ruko khas Arab, mulai dari parfum, oleh-oleh haji & umroh, kurma, obat herbal hingga makanan khas Arab pada Rumah Makan Cairo yang sangat terkenal.(*)
