IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

8 Februari 2026 17:05 8 Feb 2026 17:05

Thumbnail IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

IKA Unair Tulungagung melakukan penghijauan di Bukit Dondong, Minggu, 8 Februari 2025. (Foto: Hanik/IKA Unair)

KETIK, TULUNGAGUNG – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Tulungagung menghijaukan Bukit Dondong, Tanggunggunung, Tulungagung,, Minggu 8 Februari 2026.

Kegiatan peduli lingkungan hidup ini berkolaborasi dengan Forum Komunitas Hijau Tulungagung dan Sekolah Adiwiyata Tulungagung.

Hadir perwakilan dari SMAK St Tomas Aquino, SMKN 3 Boyolangu, MTsN 1 Tulungagung, MTsN 2 Tulungagung, MTsN 6 Tulungagung, MTs Miftahul Huda dan SMP Negeri 1 Ngantru.

Selain sekolah, Yayasan Imam Syafi'ie Tulungagung, Kantor Kecamatan Tanggunggunung dan Komunitas Parjogundo (Pasar Jogging Gunung Dondong) Tanggunggunung turut berpartisipasi 

Kegiatan ini diberi nama Kolaboraksi Part 2, Penghijauan Tulungagung Selatan. Kegiatan ini merupakan program lanjutan yang pernah dilaksanakan di Desa Tenggarejo, Tanggunggunung. 

Program penghijauan yang diselenggarakan IKA Unair Cabang Tulungagung ini sebagai upaya turut mengatasi persoalan lahan kritis di pegunungan selatan Tulungagung. 

"Kami prihatin dengan kondisi pegunungan selatan yang sudah kritis. Dampaknya berkali-kali dirasakan, seperti banjir dan longsor," ungkap Dr Desi Lusiana Wardhani, ketua IKA Unair Cabang Tulungagung.

Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bagi warga yang tinggal di kawasan pegunungan selatan. Apalagi sampai saat ini pegunungan selatan masih banyak yang gundul. "Syukur-syukur warga mau mengembalikan pegungan selatan ini menjadi hutan tanaman keras," katanya.

Foto Penghijauan Bukit Dondong melibatkan Forum Komunitas Hijau Tulungagung dan Sekolah Adiwiyata Tulungagung. (Foto: Hanik/IKA Unair)Penghijauan Bukit Dondong melibatkan Forum Komunitas Hijau Tulungagung dan Sekolah Adiwiyata Tulungagung. (Foto: Hanik/IKA Unair)

"Kepada semua pihak, masyarakat umum, akademisi, pelajar dan aktivis, mari kita bersama-sama menanam dan melestarikan lingkungan kita sebagai ikhtiar mencegah bencana," imbuh Desi.

Bukit Dondong dipilih karena menyimpan banyak sumber air. Setidaknya ada 10 sumber air yang terus hidup. Bahkan di musim kemarau.

"Bukit Dondong ini menjadi serapan dan menyimpan air yang vital bagi kami warga di sini," terang Achmad Rangie dari Komunitas Parjogundo (Pasar Jogging Gunung Dondong). 

Begitu pentingnya kelestarian Bukit Dondong, Rangie berharap melalui kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bagi warga pada umumnya untuk turut menjaga. "Kesadaran ini penting sekali. Karena pernah ada warga yang memaksa menanam jagung di Bukit Dondong," ungkapnya.

Selain penghijauan Bukit Dondong, Rangie menyatakan, telah mengajukan permohonan ke Perhutani untuk bisa mengelola lahan di sekitarnya seluas 10 hektar. "Lahan ini kondisinya kritis. Secara bertahap kami ingin menghijaukan kembali dan menjadikannya hutan edukasi," tandasnya.

Sementara Camat Tanggunggunung Deddy Eka Purnama menyambut baik penghijauan di Bukit Dondong. "Posisi bukit ini di atas rumah warga. Jika gundul sangat berbahaya," katanya.

Deddy berharap penghijauan yang melibatkan banyak pihak ini menumbuhkan kesadaran masyarakat secara umum, khususnya Tanggunggunung. "Semoga kegiatan semacam ini menular dan meluas sehingga risiko longsor, banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau bisa dicegah," tutupnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

IKA Unair Tulungagung Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong Tulungagung