KETIK, MALANG – Lembah Tumpang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Malang yang menawarkan perpaduan wisata alam dan nuansa kerajaan Nusantara. Terletak di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, tempat ini memadukan keindahan panorama pegunungan dengan unsur budaya dan arsitektur klasik.
Berlokasi di kaki Pegunungan Tengger, kawasan Lembah Tumpang menyajikan pemandangan perbukitan yang hijau dan asri. Berbagai taman yang tertata rapi, replika candi, serta arca bergaya klasik menambah kesan seperti berada di lingkungan kerajaan masa lalu.
Nuansa sejarah semakin terasa melalui pilihan tema Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Di area ini juga terdapat beberapa replika bangunan bersejarah, seperti Candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Gito.
Tak hanya menawarkan unsur sejarah, Lembah Tumpang juga dilengkapi empat kolam renang, yakni Maheswara, Aurelia, Aryadita, dan The Hidden Paradise Pools. Seluruh kolam ini dialiri air langsung dari mata air pegunungan. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Aurelia Pool, kolam dengan replika candi di bagian tengahnya dan kedalaman sekitar 80 sentimeter, sehingga ramah untuk anak-anak. Di dekatnya juga terdapat Cafe Aurelia.
Beragam fasilitas lain juga tersedia, seperti ruang pertemuan, wahana flying fox, perahu, hingga area camping. Pengunjung dikenakan tarif masuk sekitar Rp60 ribu.
Akses menuju Lembah Tumpang cukup mudah. Wisatawan hanya perlu masuk melalui Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, lalu mengikuti petunjuk arah. Lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari jalan utama Tumpang.
Dengan paduan suasana alam yang sejuk serta nuansa sejarah kerajaan Jawa, Lembah Tumpang menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin berlibur sekaligus belajar nilai budaya. (*)
