KETIK, BANDUNG – Memasuki hari kedelapan Operasi SAR, sejak pagi hingga sore, Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi 10 bodypack, yang tersebar di beberapa lokasi kerja di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
"Dengan penambahan temuan tersebut, total bodypack yang telah berhasil dievakuasi hingga Sabtu 31 Januari 2026 pukul 16.55 WIB berjumlah 70 bodypack, dan saat ini masih terdapat perkiraan 10 jiwa yang dinyatakan dalam pencarian," kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Posko Komando Utama Penanganan Bencana.
Menurutnya, kondisi cuaca hari ini relatif cerah dan stabil, sehingga sangat mendukung pelaksanaan operasi di lapangan. Situasi ini dimanfaatkan secara optimal oleh Tim SAR Gabungan untuk memaksimalkan kegiatan pencarian dan evakuasi korban di seluruh worksite yang telah ditetapkan.
"Kami menyampaikan bahwa semangat, soliditas, dan optimisme Tim SAR Gabungan tetap terjaga dengan baik," ujar Ade.
Seluruh unsur yang terlibat-Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, relawan, serta potensi SAR, kata Ade, terus bekerja secara terpadu, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.
Ke depan, operasi akan terus dilanjutkan dengan pendekatan yang terukur, berbasis evaluasi lapangan, serta menyesuaikan dengan dinamika kondisi alam dan keselamatan personel.
"Harapan dan komitmen kami tetap sama, yaitu menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian dan menyerahkannya kepada keluarga dengan penuh penghormatan dan kemanusiaan," ucapnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dan doa masyarakat Indonesia.
"Mohon doa agar seluruh tim senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan kelancaran dalam melanjutkan tugas kemanusiaan ini.
Untuk mendukung proses pencarian korban, Tim SAR Gabungan mendapat tambahan personil 14 orang dari Basarnas Lampung. Sejumlah relawan pun terus berdatangan untuk membantu pencarian korban.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menuturkan, pada hari kedelapan operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan. Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus.
"Dari sisi proses Disaster Victim Identification (DVI), hingga pukul 19.00 WIB hari ini, 53 korban dari 53 bodypack telah berhasil teridentifikasi. Sementara 15 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI sesuai prosedur yang berlaku," kata Kombes Pol Hendra.(*)
