KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 12 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Swedia.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi di sejumlah sektor strategis, antara lain transportasi publik, kesehatan, energi, industri, serta pendidikan. Salah satu topik utama adalah pengembangan sistem transportasi massal di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim saat ini tengah mendorong pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai transportasi publik perkotaan.
Ia menilai Swedia memiliki keunggulan pengalaman dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan transportasi modern, mulai dari pengelolaan operasional hingga sistem tiket dan mobilitas perkotaan.
Selain proyek SRRL, Khofifah juga melihat peluang kerja sama lain di sektor transportasi, mengingat Swedia dikenal memiliki sistem transportasi umum yang terintegrasi, termasuk dalam pengelolaan parkir dan ticketing.
"Bahkan Swedia juga telah berinvestasi Ship Building atau bidang perkapalan yang berlokasi di Banyuwangi. Sudah berjalan selama 30 tahun," ujar Khofifah.
Di bidang pendidikan, pembahasan berfokus pada pengembangan program beasiswa dan pertukaran akademik. Delegasi Swedia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk menjajaki peluang kerja sama pendidikan lanjutan, terutama pada jenjang doktoral bidang kesehatan atau Medical PhD.
"Beliau juga akan ke UNAIR dan ITS untuk membangun kerjasama beasiswa pendidikan di Swedia. Utamanya pada jenjang Medical PhD bagi mahasiswa UNAIR," jelas Gubernur Khofifah.
Kerja sama pendidikan juga direncanakan menyasar tingkat menengah, khususnya enam SMA Taruna berbasis boarding school yang dimiliki Jawa Timur. Pemprov Jatim berharap dukungan Swedia dapat mendorong peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa guna memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.
"Di Indonesia ini, hanya Jawa Timur yang memiliki SMA Negeri berbasis Boarding School yaitu SMA Taruna di enam titik. Di dalamnya adalah anak-anak Best Of The Best dari berbagai daerah tidak hanya Jawa Timur," jelasnya.
Gubernur Khofifah menegaskan, keterlibatan tenaga ahli dari Swedia diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program strategis di Jawa Timur. Ia berharap hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama teknis yang lebih konkret.
Sementara itu, Dubes Swedia H.E. Mr. Daniel Blockert mengatakan kunjungannya ke Jawa Timur bertujuan memperluas jaringan kerja sama antara Swedia dan daerah-daerah di Indonesia. Ia menilai Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat memiliki banyak sektor potensial untuk dikembangkan bersama.
Menurut Blockert, sektor pendidikan dan transportasi publik akan menjadi prioritas kerja sama dalam waktu dekat. Di bidang transportasi, Swedia siap berkontribusi melalui pemanfaatan teknologi yang telah dikembangkan, termasuk dari industri otomotif seperti Scania dan Volvo yang telah hadir di pasar Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan besar asal Swedia telah beroperasi di Indonesia dan membuka peluang perluasan investasi, termasuk di Jawa Timur.
"Telah ada berbagai perusahaan besar seperti IKEA, elektrolux dan H & M. Mereka juga mencari tempat untuk menjual produk, dan bisa juga untuk tempat produksinya," imbuh Dubes Swedia.
Di akhir pertemuan, Dubes Swedia menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal menuju kerja sama strategis yang lebih luas di masa mendatang.
Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Kepala Misi Swedia Daniel Marshall-Heyman, pejabat Kedutaan Besar Swedia, perwakilan perusahaan asal Swedia, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Timur. (*)
