KETIK, SURABAYA – Pelbagai persiapan mulai dilakukan warga Tionghoa jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang jatuh pada 17 Februari 2026. Salah satunya adalah ritual mencuci rupang atau patung dewa-dewi serta kegiatan bersih-bersih kelenteng sebagai tempat ibadah.
Mencuci rupang menjadi rangkaian awal dalam menyambut pergantian tahun. Selain sebagai bentuk penghormatan, ritual ini juga dipercaya dapat membawa keberkahan serta membuka pintu rezeki.
Dalam prosesi mencuci rupang, patung-patung dewa dan dewi dibersihkan menggunakan air hangat yang dicampur bunga serta minyak khusus. Pembersihan dilakukan secara hati-hati untuk menjangkau lekukan kecil pada patung. Setelah itu, kain patung juga diganti dengan yang baru, kemudian dilanjutkan dengan persembahan dan doa.
Tidak hanya rupang, sejumlah perlengkapan ibadah lainnya seperti lampion dan lilin di area kelenteng juga turut diganti dan kemudian melakukan sembahyang kepada leluhur.
Agenda bersih-bersih kelenteng ini umumnya dilaksanakan tujuh hari sebelum perayaan Imlek. Waktu tersebut dipilih sebab pada periode tersebut dipercaya para dewa tengah meninggalkan rupang dan pergi langit untuk melaporkan perbuatan manusia selama setahun.
Melalui rangkaian ritual ini, umat Tionghoa diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dalam keadaan suci, penuh kesiapan, serta membawa harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan datang. (*)
