KETIK, TULUNGAGUNG – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Intan Bina Mandiri bertempat di Dusun Suromenggalan RT 01 RW 17 , Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan resmi membuka gerbang bagi masyarakat melalui acara Grand Opening yang meriah pada Minggu pagi 4 Januari 2026.
Berbeda dari peresmian pada umumnya, acara ini disemarakkan dengan kompetisi Festival Hadroh yang diikuti oleh berbagai grup dari penjuru Desa Sumberagung.
Owner LPK Intan Bina Mandiri Sutiani, S.Sos saat ditemui awak media Ketik.com, menekankan bahwa kehadiran LPK Intan Mandiri bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terampil dan siap kerja. Lulusan juga dibekali keterampilan berbahasa dan keterampilan lain sekaligus spiritual yang kuat.
"Kami ingin LPK ini tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter," ucap Sutiani.
"Festival Hadroh ini adalah simbol keberkahan dan semangat kebersamaan," ujarnya.
Kemeriahan festival hadroh kali ini menjadi daya tarik utama dalam peresmian ini. Sebanyak puluhan grup hadroh berkompetisi menampilkan teknik pukulan terbang dan lantunan selawat yang memukau para juri serta penonton.
"Festival Hadroh ini Selain dalam rangka Grand Launching LPK Intan Bina Mandiri sekaligus dalam rangka memperingati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan memperingati tahun baru 2026," sambungnya.
"Festival Hadroh ini memperebutkan Tropi dari Kepala Desa Sumberagung. Selain tropi dari Kades, panitia juga memberikan piagam penghargaan sekaligus uang pembinaan jutaan rupiah," tutupnya.
Kepala Desa Sumberagung Judianan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia dan para peserta. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kepemudaan yang bernapaskan religi.
"Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana kita untuk membumikan selawat di Desa Sumberagung, selain Festival Hadroh juga di isi tausiah islami daei ustadz lokal." tutur Mbah Lurah kepada jurnalis ketik.
"Kami ingin generasi muda memiliki wadah positif untuk mengekspresikan bakat mereka sekaligus mempertebal kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW," ujar Judianan.
Kades juga menekankan pentingnya menjaga kesenian tradisional seperti Hadroh di tengah gempuran budaya modern.
Menurutnya, Hadroh memiliki keunikan yang menggabungkan seni musik, sastra, dan dakwah yang harus tetap eksis.
"Festival Hadroh ini dalam penilaiannya terfokus pada vokal, variasi pukulan rebana, dan performa.Menjadikan desa Sumberagung sebagai pusat kegiatan syiar Islam." pungkasnya.
Hadir pada acara Festival Hadroh, Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dadi fraksi PDIP Joko Tri Asmoro, Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P, jajaran Forkopimcam, Kepala Desa Sumberagung Judianan, S.Pd., M.Pd., Owner LPK Intan Bina Mandiri Sutiani, S.Sos, tokoh agama dan masyarakat dan peserta Hadroh.
Selain dari LPK Intan Bina Mandiri, acara Festival Hadroh ini juga disponsori oleh PT Indonaker Mandiri Malang dan PT Gosiva Sukses Mandiri Gondang Kabupaten Tulungagung. (*)
