Tradisi Riyayan! Gubernur Khofifah Silaturahmi Bareng Ribuan Orang di Grahadi, Momen Kedekatan Warga dengan Pemimpinnya

21 Maret 2026 20:29 21 Mar 2026 20:29

Thumbnail Tradisi Riyayan! Gubernur Khofifah Silaturahmi Bareng Ribuan Orang di Grahadi, Momen Kedekatan Warga dengan Pemimpinnya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) memeluk seorang warga yang hadir pada kegiatan Tradisi Riyayan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu, 21 Maret 2026. (Foto: Biro Adpm Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi putranya Jalaluddin Mannagalli menyapa masyarakat yang hadir bersilaturahmi usai Salat Idul Fitri 1447 H di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu, 21 Maret 2026.

Khofifah juga didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak.

"Alhamdulillah, kita telah sampai ke Idul Fitri. Hari kemenangan, hari kembali ke fitrah. Dan karena ini seperti lembaran baru, saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depannya bisa lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas,” ujarnya.

“Ini sekaligus sebagai momentum mendekatkan warga dengan pemimpinnya," tambah Khofifah.

Menurut dia, tradisi riyayan memiliki makna penting tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Usai bersilaturahmi, warga juga disuguhi beragam hidangan gratis yang disediakan para pedagang kaki lima di sekitar Grahadi. Berbagai menu seperti soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso disajikan untuk dinikmati bersama. Warga juga mendapat satu paket sembako berisi beras, biskuit dan mi instans.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pelibatan pedagang kaki lima dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberdayakan ekonomi masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan lebaran yang lebih merata.

"Yang datang ke sini adalah masyarakat dari berbagai ragam latar belakang. Dan ini usaha kami memberseiringi lebaran mereka. Harapannya mereka bisa tetap menikmati setelah membawa bekal dari sini," jelasnya.

Menurut Khofifah, riyayan semacam ini penting terutama di tengah geopolitik yang terjadi di tingkat global. Sehingga, dibutuhkan solidaritas  dan soliditas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

"Tentu kita berharap bahwa peperangan bisa dihentikan, karena dampaknya bukan hanya di BBM  tapi juga efek domino lainnya. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah hal-hal kecil kekeluargaan untuk meredam dampaknya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Gubernur Khofifah berharap semangat kebersamaan, kepedulian dan gotong royong dapat terus terjaga di tengah masyarakat Jawa Timur.

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

lebaran Idulfitri Gubernur Jatim Gubernur Khofifah riyayan