Nastar, Kue Klasik yang Tak Pernah Absen dari Meja Lebaran

20 Maret 2026 16:15 20 Mar 2026 16:15

Thumbnail Nastar, Kue Klasik yang Tak Pernah Absen dari Meja Lebaran

Ilustrasi Nastar, Kuliner yang selalu ada di momen Lebaran. (Foto: Pinterest)

KETIK, JAKARTA – Setiap perayaan Idulfitri di Indonesia, hampir selalu ada satu kue yang tidak pernah absen dari toples di ruang tamu: nastar. Kue kecil berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini seakan menjadi simbol manis dari tradisi menjamu tamu saat Hari Raya.

Dari rumah sederhana hingga keluarga besar, nastar hampir selalu hadir sebagai bagian dari hidangan khas Lebaran.

Menariknya, nastar sebenarnya bukan berasal dari tradisi kuliner asli Nusantara. Kue ini memiliki akar dari pengaruh kuliner Eropa pada masa kolonial. Nama “nastar” berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue.

Pada masa kolonial, masyarakat Belanda di Hindia Belanda gemar membuat berbagai kue bergaya Eropa. Namun karena bahan seperti apel atau blueberry sulit ditemukan di daerah tropis, mereka menggantinya dengan buah yang mudah didapat di Nusantara, salah satunya nanas.

Dari situlah lahir kue kecil berisi selai nanas yang kemudian dikenal sebagai nastar.

Seiring waktu, kue ini tidak lagi identik dengan masyarakat Belanda, tetapi justru menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. Nastar kemudian menyatu dengan tradisi menjamu tamu, terutama saat perayaan besar seperti Lebaran.

Dalam budaya masyarakat Indonesia, menyajikan makanan kepada tamu merupakan bentuk penghormatan dan keramahan. Karena ukurannya kecil, rasanya manis, dan mudah dimakan, nastar menjadi pilihan yang praktis untuk disajikan bersama teh atau minuman lainnya.

Selain itu, nastar juga memiliki daya tarik dari segi rasa dan tekstur. Perpaduan antara kulit kue yang lembut dengan isian selai nanas yang manis dan sedikit asam membuat kue ini digemari oleh banyak orang dari berbagai usia.

Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, mulai dari membuat adonan hingga membentuk kue satu per satu, juga membuat nastar sering dipandang sebagai hidangan yang istimewa.

Tidak sedikit keluarga yang menjadikan pembuatan nastar sebagai tradisi menjelang Lebaran. Aktivitas membuat kue bersama keluarga sering menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Bahkan di era modern, ketika banyak orang membeli kue Lebaran secara praktis, nastar tetap menjadi salah satu jenis kue yang paling banyak dicari.

Pada akhirnya, keberadaan nastar di meja tamu saat Lebaran bukan hanya soal rasa. Kue ini juga menyimpan cerita tentang pertemuan budaya, tradisi menjamu tamu, dan kebiasaan keluarga yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itulah, meskipun zaman terus berubah, nastar tetap menjadi salah satu kue yang paling identik dengan suasana Lebaran di Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

nastar kue lebaran Hari Raya Idulfitri nanas Manis camilan