KETIK, HALMAHERA SELATAN – Sejak edisi 2022, Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Halmahera Selatan (Halsel) seolah memiliki takdir tersendiri. Empat musim beruntun, hingga 2025, partai puncak selalu berakhir lewat drama adu penalti. Gol dari skema open play belum pernah menjadi penentu gelar juara. Setiap trofi selalu ditentukan dari titik putih.
Ajang tahunan di Halsel ini menjelma menjadi panggung rivalitas panas antara Bacan dan Makian. Atmosfer final selalu tegang, duel lini tengah keras, adu taktik sengit, hingga mental baja para eksekutor penalti menjadi kunci takhta juara.
2022: Waigitang FC Buka Era Tos-Tosan
Musim 2022 menjadi awal cerita panjang drama. Waigitang FC dari Makian Pulau tampil agresif sejak fase grup. Pressing tinggi, transisi cepat, dan build-up rapi dari belakang menjadi senjata utama.
Di final, mereka bentrok dengan Dolik FC. Kedua tim saling mengunci permainan, adu organisasi pertahanan, dan disiplin menjaga garis offside. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang. Adu penalti pun menjadi panggung utama, dengan kiper Waigitang tampil heroik membawa timnya meraih gelar perdana.
2023: Tomori FC Kuasai Possession, Juara Tetap Lewat Penalti
Setahun berselang, Tomori FC dari Bacan datang dengan filosofi menyerang. Skema tiki-taka, umpan diagonal, dan pergerakan tanpa bola membuat mereka dominan dalam penguasaan bola.
Namun di final kontra Babang Bersatu FC, dominasi itu tak cukup melahirkan gol penentu. Pertarungan lini tengah berjalan ketat, duel-duel udara tak terelakkan, dan peluang emas kerap mentah di tangan kiper. Lagi-lagi, laga ditutup lewat tos-tosan. Tomori FC keluar sebagai kampiun.
2024: Taman Sari FC Menang Lewat Serangan Balik
Edisi 2024 menghadirkan duel klasik Bacan vs Makian. Taman Sari FC Amasing Kota Barat mengandalkan blok rendah, pertahanan kompak, serta serangan balik kilat.
Menghadapi Dauri FC, mereka tampil disiplin dalam menjaga shape permainan. Meski tercipta beberapa peluang dari open play, tak satu pun berbuah gol. Drama penalti kembali menjadi penentu, sekaligus memastikan Bacan mencatat back-to-back champion.
2025: Kampung Makian Lanjutkan Tradisi Titik Putih
Tahun 2025 tak mengubah skenario. Kampung Makian dan Mandaong saling adu strategi di laga puncak. Tempo tinggi, duel satu lawan satu, crossing dari sisi sayap, hingga skema bola mati tak mampu memecah kebuntuan.
Ketika waktu normal plus injury time berakhir tanpa gol penentu, penggila sepak bola kembali disuguhi adu mental dari titik putih. Kampung Makian tampil lebih dingin dan memastikan gelar juara.
Rekap Juara 2022–2025
2022: Waigitang FC (Juara) – Dolik FC (Runner-up)
2023: Tomori FC (Juara) – Babang Bersatu FC (Runner-up)
2024: Taman Sari FC AKB (Juara) – Dauri FC (Runner-up)
2025: Kampung Makian (Juara) – Mandaong (Runner-up)
Open Play Masih Jadi PR Besar
Fakta menarik dari empat edisi terakhir, belum satu pun final ditentukan lewat gol open play. Tak ada solo run penentu, tak ada tap-in di menit akhir, tak ada gol voli spektakuler yang mengunci gelar.
Setiap laga puncak selalu berakhir imbang, seolah para finalis lebih fokus menjaga lini belakang ketimbang mengambil risiko menyerang. Zona pertahanan rapat, low block disiplin, dan pressing selektif membuat kreativitas di sepertiga akhir kerap buntu.
Adu penalti akhirnya menjadi formula wajib penentuan juara. Di titik ini, bukan hanya teknik, tetapi juga mental, fokus, dan keberanian menjadi pembeda.
Dari catatan empat musim, Bacan dan Makian masih menjadi dua kekuatan utama. Makian dikenal konsisten menembus empat besar dengan talenta muda bermental baja. Sementara Bacan unggul dari sisi organisasi tim dan kedalaman skuad.
Rivalitas ini bukan sekadar soal skor, tetapi juga adu filosofi bermain, stamina, dan gengsi wilayah.
Menanti Final Tanpa Tos-Tosan
Hingga 2025, Piala Bupati Halmahera Selatan masih terjebak dalam tradisi adu penalti. Publik kini menanti satu hal: final yang ditentukan lewat gol open play, gol penentu yang lahir dari skema matang, kombinasi apik, atau momen magis di kotak penalti.
Apakah edisi berikutnya akan mematahkan kutukan titik putih? Atau drama tos-tosan kembali jadi takdir juara? Waktu yang akan menjawab.
