Enam Ajaran Jepang untuk Menghancurkan Rasa Malas, Cek!

9 Januari 2026 05:05 9 Jan 2026 05:05

Thumbnail Enam Ajaran Jepang untuk Menghancurkan Rasa Malas, Cek!

Ilustrasi negara Jepang (Foto: Freepik)

KETIK, SURABAYA – Ajaran hidup dari Jepang berangkat dari filosofi sederhana yang menekankan makna kehidupan, kedisiplinan, dan kesadaran diri. Nilai-nilai ini diyakini mampu membentuk pola pikir yang lebih positif, sehingga seseorang tidak mudah terjebak dalam rasa malas, kehilangan motivasi, atau menjalani hidup tanpa arah. Dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan yang lebih produktif dan bermakna dapat terbentuk.

1. Ikigai

Ikigai merupakan filosofi hidup asal Jepang yang bermakna “alasan untuk hidup” atau “alasan untuk bangun di pagi hari”. Dengan menemukan ikigai, seseorang dapat menjalani hidup dengan tujuan yang lebih jelas, sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terasa sebagai rutinitas yang membosankan, melainkan sesuatu yang bermakna dan membahagiakan.

Tiga aturan ikigai:

1. Kerjakanlah yang kamu cintai

2. Kerjakan apa yang memang kamu mahir dan menguasai hal tersebut

3. Kerjakanlah yang memang kamu bisa mendapatkan hasil (uang)

2. Shosin

Shoshin memiliki arti “pikiran pemula”, yaitu sikap yang mendorong seseorang untuk selalu terbuka terhadap hal-hal baru dan proses belajar. Ketika seseorang merasa sudah mengetahui segalanya, tanpa disadari ia justru membatasi peluang untuk berkembang.

Dengan menjaga pola pikir layaknya seorang pemula, seseorang cenderung menjadi lebih sabar, lebih cermat, serta mampu menghargai setiap tahapan dalam proses yang dijalani. Sikap tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu justru dapat menghambat tercapainya hasil yang optimal.

3. Hara Hachi Bu

Hara Hachibu berarti "makan hingga 80% kenyang", bukan sampai benar-benar penuh. Ambil nasi sedikit saja tidak akan membuat perutmu terlalu penuh. Jika kurang, tambah saja. Makan terlalu banyak membuat rasa malas meningkat drastis.

4. Ganbaru

Filosofi ini menumbuhkan semangat untuk terus berupaya secara maksimal tanpa terlalu terikat pada hasil akhir. Fokus utamanya adalah melakukan yang terbaik setiap hari, tanpa dibayangi kekhawatiran apakah hasilnya akan sesuai dengan harapan.

Dengan memusatkan perhatian pada proses dan terus melangkah ke depan, kepuasan dapat ditemukan dalam setiap perjalanan yang dijalani. Kesabaran serta konsistensi menjadi kunci penting dalam meraih tujuan hidup.

5. Kaizen

Kaizen adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti perbaikan berkelanjutan. Konsep ini menekankan bahwa perubahan tidak harus drastis, tetapi cukup dengan menjadi 1% lebih baik setiap hari.

Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar seiring waktu, sehingga penting untuk fokus pada proses tanpa mengejar hasil instan.

6. Wabi Sabi

Sering kali manusia kita terobsesi menjadi sempurna, padahal ketidaksempurnaan justru menjadi bagian yang memberi makna pada kehidupan. Melalui filosofi Wabi Sabi, kita diajak untuk menerima keterbatasan diri dan menemukan keindahan di balik setiap kekurangan.

Alih-alih membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain, setiap individu memiliki keunikan serta perjalanan hidupnya sendiri. Dengan menerima diri apa adanya, ketenangan dan kebahagiaan dapat dirasakan dengan lebih tulus. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jepang filosofi kehidupan