KETIK, JEPARA – Persebaya kalah 1-3 lawan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) pada Sabtu 21 Februari 2026. Kekalahan ini menjadi hasil minor kedua Bajul Ijo usai sebelumnya kalah 1-2 lawan Bhayangkara FC di kandang.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan menjelaskan emosi tak terkontrol menjadi salah satu sebabnya. Pemicunya adalah penalti yang seharusnya didapatkan oleh Persebaya namun tak diberikan wasit Yoko Suprianto.
"Kami (seharusnya) mendapat tiga penalti dalam pertandingan ini. (Wasit) Tidak mau melihat VAR, seharusnya melihatnya. Penalti pertama di babak kedua, saya sudah melihat sendiri lengan pemain lawan terangkat. Saya sudah sering melihatnya, tapi keputusannya tidak penalti," katanya.
Bernardo Tavares mengomentari bola yang terkena tangan Brito pemain Persijap menit ke-53. Ia berusaha menghalau bola sundulan Gustavo Fernandes.
Momen berikutnya ketika Rachmat Irianto atau Rian, diganjar kartu merah menit ke-86. Ia terlihat memukul França pemain Persijap. Kejadian ini dilihat wasit terlebih dahulu lewat VAR.
"Kami harus lebih baik dalam mengontrol emosi karena saya baru sebentar melatih Persebaya, jadi ini adalah kartu merah pertama sejak melatih di sini, tapi sebelumnya tim ini sudah mendapat enam kartu merah," ungkapnya.
Pelatih asal Portugal itu enggan untuk menjadikan alasan itu berlarut-larut. Ia tetap mengucapkan terima kasih kepada dukungan suporter kepada Persebaya yang sudah luar biasa.
"Sekarang kami fokus pemulihan (recovery), tentu saja ini tidak mudah bagi kami. Banyak pemain cedera dan beberapa pemain cedera dan beberapa pemain tidak 100 persen fit karena demam tinggi," ungkapnya.
Sementara itu kapten Persebaya, Bruno Moreira sudah menduga jika pertandingan melawan Persijap menjadi duel sulit.
"Karena seingat saya mereka memenangkan dua laga kandang terakhir. Kami datang ke sini untuk menang, untuk meraih tiga poin. Kami tahu ekspetasi di Persebaya selalu tinggi, selalu dituntut meraih tiga poin baik di kandang maupun tandang. Sayangnya kami tidak memainkan permainan terbaik kami," ujarnya.
Saat ini ia dan rekan-rekannya bersiap melakukan evaluasi ketika sudah tiba di Surabaya.
"Sekarang yang harus dilakukan adalah pulang, beristirahat dan mulai mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan dengan baik di pertandingan ini," tegasnya.
Laga berikutnya, Persebaya menantang PSM di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Rabu 25 Februari 2026 mendatang. (*)
