KETIK, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni meminta agar anggaran Rp5 juta per RW benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas anak muda di Kota Pahlawan dalam literasi digital.
Menurutnya, program yang digagas Pemkot Surabaya tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital, terutama kecerdasan buatan (AI) yang meningkat pesat.
“AI itu bisa menjadi penuntun, tapi juga bisa menjadi jembatan yang meruntuhkan kebhinekaan jika disalahgunakan,” kata Arif Fathoni dalam keterangannya, Jumat, 17 Januari 2026.
“Karena itu, literasi digital anak muda menjadi kunci untuk menangkal hoaks dan disrupsi informasi,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Arif Fathoni mendorong agar Karang Taruna aktif memberikan literasi. Misalnya lewat sinau bareng atau forum belajar bersama untuk mengedukasi soal hoaks dan verifikasi informasi.
“Harapannya, lewat pelatihan-pelatihan ini tumbuh kesadaran kolektif warga, terutama anak muda untuk saring sebelum sharing. Mereka bisa menjadi pelopor yang meluruskan informasi di tingkat RW,” jelasnya.
Selain literasi digital, anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembinaan UMKM. Misalnya digunakan untuk penguatan digital marketing agar mendukung promosi UMKM lokal.
“Pembinaan itu bukan berarti diberi Rp5 juta lalu disuruh buka usaha. Yang penting adalah peningkatan skill dan pengalaman,” lanjut Arif.
Lebih lanjut, sebagai narasumber dalam pelatihan ini, bisa menghadirkan pakar digital branding dan pemasaran digital. Harapannya agar para pemuda diarahkan ke arah yang produktif.
“Paling tidak, ada pemuda di RW yang bisa membantu UMKM setempat naik kelas lewat pemasaran digital. Ini bentuk pemberdayaan yang nyata,” tandasnya.(*)
