KETIK, SLEMAN – Eskalasi di internal Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) mulai menunjukkan arah yang presisi. Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) IV yang dijadwalkan pada bulan April mendatang, arus dukungan dari daerah mulai mengkristal pada satu sosok.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi RBA Sleman secara resmi memancangkan sikap, mendukung B Halomoan Sianturi untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi periode 2026-2031.
Langkah Sleman ini menjadi pemecah kebuntuan di tengah masa transisi kepemimpinan Luhut MP Pangaribuan yang akan berakhir pada Maret 2026. Meski sang petahana sebelumnya menyebut belum ada kandidat yang mendeklarasikan diri secara terbuka, pergerakan di tingkat akar rumput justru menunjukkan gairah yang berbeda.
Konsolidasi di Mako DPC Sleman
Keputusan strategis ini lahir dari rapat pleno yang berlangsung hangat di Sekretariat DPC Peradi RBA Sleman pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam dokumen berita acara rapat, nama B Halomoan Sianturi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Jakarta Selatan, muncul sebagai rekomendasi tunggal.
Rekomendasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan hasil dari pembacaan arah organisasi ke depan.
Ketua DPC Peradi RBA Sleman, Iwan Setyawan, menegaskan bahwa pilihan ini didasarkan pada rekam jejak dan integritas yang mumpuni. Menurutnya, organisasi membutuhkan figur yang mampu menjembatani dinamika di tingkat pusat dengan kebutuhan advokat di daerah.
"Kami melihat sosok Halomoan memiliki visi yang sejalan dengan semangat daerah. Kepemimpinannya di Jakarta Selatan menjadi bukti nyata kemampuan manajerial dan komitmennya terhadap profesi advokat," ujar Iwan Setyawan di sela-sela rapat tersebut.
Dialog Virtual dan Respons Hangat
Suasana mencapai puncaknya saat Iwan Setyawan memfasilitasi komunikasi virtual antara para peserta yang hadir dengan B Halomoan Sianturi. Dialog jarak jauh tersebut berlangsung cair dan penuh keakraban. Halomoan yang menyapa dari Jakarta disambut dengan respon hangat serta tepuk tangan dari para sejawatnya di Sleman.
Interaksi ini dimanfaatkan para anggota untuk mendengar langsung perspektif Halomoan mengenai penguatan peran advokat di tingkat lokal. Respon positif yang mengalir dalam komunikasi tersebut seolah mengunci keyakinan para peserta rapat bahwa arah dukungan mereka telah berada pada jalur yang tepat.
Restu dari Akar Rumput
Rapat tersebut menjadi panggung konsolidasi bagi belasan perwakilan advokat lintas generasi yang hadir dalam krsempatan ini. Nama-nama yang tak asing di dunia advokat Yogyakarta turut hadir memberikan suaranya, mulai dari Agustam Rachman, Andika, Bambang, Edy Wahyanto, hingga Aji Anggoro.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa aspirasi pergantian kepemimpinan ini lahir dari keinginan kolektif untuk menjaga marwah officium nobile.
Suasana rapat semakin dinamis dengan hadirnya Catur Prasetyo, Hamzal Wahyudi, Christina, dan Teddy Hermawan. Jalannya pertemuan ini juga dipantau langsung oleh Fajar Mulia yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Pengawas DPN PERADI.
Keterlibatan unsur pengawas pusat ini memberikan legitimasi tersendiri bagi proses pengambilan keputusan di tingkat cabang.
Fajar Mulia memberikan catatan positif atas dinamika yang terjadi di Sleman. Ia menilai keterlibatan aktif anggota dalam menentukan calon pemimpin adalah tanda kesehatan demokrasi di tubuh organisasi.
"Proses penyampaian aspirasi seperti yang dilakukan DPC Sleman adalah bentuk demokrasi yang sehat. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi berjalan dan anggota peduli terhadap masa depan Peradi RBA," ungkap Fajar Mulia.
Penandatanganan Berita Acara dan Buka Bersama
Sebagai penutup rangkaian agenda formal, seluruh pimpinan rapat dan perwakilan anggota melakukan penandatanganan Berita Acara (BA) hasil rapat. Penandatanganan ini menandai resminya mandat dari Sleman untuk membawa nama Halomoan ke kancah nasional pada April mendatang.
Setelah prosesi administratif selesai, acara ditutup dengan suasana penuh persaudaraan melalui agenda buka bersama. Pada kesempatan tersebut, para advokat Sleman nampak optimis bahwa Munas IV nanti bukan sekadar pergantian wajah, melainkan upaya menjaga integritas organisasi di tengah tantangan dunia hukum yang semakin kompleks.
Dengan dukungan yang mulai mengalir deras, sosok Halomoan kini berada di barisan terdepan dalam kontestasi menuju kursi DPN 1 Peradi. (*)
