KETIK, BATU – Menjelang libur Idulfitri, Pemerintah Kota Batu mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan dengan menyiapkan berbagai langkah pengaturan, termasuk pengelolaan parkir di kawasan pusat kota.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Batu, Chilman Suadi, mengimbau pengendara agar tidak memaksakan memarkir kendaraan di titik yang sudah penuh, terutama di area yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.
Ia menjelaskan bahwa beberapa kawasan yang kerap mengalami kepadatan parkir antara lain di sekitar Alun-Alun Kota Batu, serta ruas jalan utama seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro.
“Jika kapasitas parkir di lokasi tersebut sudah penuh, masyarakat sebaiknya mencari lokasi parkir lain agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas yang berpotensi memicu kemacetan,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Sebagai solusi, pengunjung disarankan memanfaatkan sejumlah titik parkir alternatif yang masih memungkinkan menampung kendaraan, seperti di Jalan Semeru, Jalan WR. Supratman, Jalan Brantas, serta Jalan Panglima Sudirman.
Sementara itu, Dinas Pariwisata Kota Batu memperkirakan jumlah wisatawan yang datang selama masa libur Lebaran akan mencapai lebih dari satu juta orang.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut proyeksi tersebut didasarkan pada tren kunjungan wisata saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang juga mengalami peningkatan.
“Perkiraannya kurang lebih sama seperti libur Natal dan Tahun Baru kemarin. Kami memproyeksikan sekitar 1,1 juta wisatawan akan berkunjung ke Kota Batu selama libur Lebaran,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Onny, Kota Batu masih menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk menghabiskan masa liburan panjang. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah guna memastikan kenyamanan serta keamanan pengunjung.
Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 sektor pariwisata di Kota Batu sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan. Oleh sebab itu, momentum libur Lebaran diharapkan mampu kembali menggairahkan aktivitas wisata.
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Dinas Pariwisata bersama sejumlah instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas berbagai aspek kesiapan.
“Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas berbagai hal, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan malam takbir, pengaturan saat pelaksanaan salat Id, hingga pengawasan di kawasan wisata,” jelasnya. (*)
