KETIK, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, M Qodari, mengapresiasi terbitnya buku Anti Cerai Pasangan Kepala Daerah karya Kiagus Firdaus.
Menurutnya, buku ini terbit pada momen yang tepat, yakni tidak jauh dari seremonial pelantikan kepala daerah serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu.
"Buku ini menarik sekali dari judulnya dan relevan ya karena seharusnya kepala daerah harmonis ya. Ini buku bagus," ucapnya saat ditemui di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia berharap ke depan ada pola yang lebih baik lagi. Bahkan, ia sempat menyinggung isu pilkada dipilih lewat DPRD.
"Menurut keyakinan saya, mungkin salah satu caranya, pemilihan melalui DPRD," tutur Doktor Ilmu Politik UGM tersebut.
Penulis buku, Kiagus Firdaus, menanggapi apresiasi Kepala Staf Kepresidenan M Qodari. Pembuatan buku ini, kata dia, melewati perjalanan panjang terutama di dunia media dan politik.
Kia, sapaan akrabnya, pernah memimpin Ekspedisi Jalur Darat ke seluruh Provinsi di Indonesia. Ia menemui gubernur hingga Bupati/Wali Kota. Dari situ lah inspirasi menulis buku tercetus.
"Berdasarkan perjalanan panjang, saya mengamati banyaknya kepala daerah yang retak hubungan bersama wakilnya hingga banyak yang bercerai. Faktanya hal itu berpengaruh kepada kinerja dan pelayanan pemerintahan," jelasnya.
Buku ini ditulis dengan gaya penulisan populer yang ringan dan mudah dipahami sebagai bahan bacaan kepala daerah ataupun calon kepala daerah.
Buku ini mengulas realitas dunia pemerintahan daerah, yakni tingginya angka 'perceraian' pasangan kepala daerah.
Buku ini tidak menggunakan pendekatan akademik yang kaku, melainkan disajikan dengan gaya yang aktual, faktual, dan praktis.
Buku Anti Cerai Pasangan Kepala Daerah yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia bisa kalian dapatnya di Gramedia terdekat atau pemesanan online DI SINI. (*)
