Arsitektur Megah, 39 Mahasiswa Asing Terpukau Masjid Al-Akbar Surabaya

19 Februari 2026 04:05 19 Feb 2026 04:05

Thumbnail Arsitektur Megah, 39 Mahasiswa Asing Terpukau Masjid Al-Akbar Surabaya

Tampak sekitar puluhan mahasiswa berdiri berkelompok di area depan masjid dengan latar tulisan besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, 18 Februari 2026. (Foto: Humas Masjid Al Akbar)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 39 mahasiswa asing dari Malaysia, Prancis, Jerman, India, dan Belanda yang menjadi peserta program pertukaran pelajar dari Kantor Hubungan Internasional ITS Surabaya mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, 18 Februari 2026.

“Arsitektur masjid ini besar, bagus, dan dirawat dengan baik. Saya merasakan banyak energi positif, karena spiritualitasnya sangat terasa,” kata mahasiswi asal India, Vanshika, didampingi supervisor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Azki.

Menurut Azki, puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara itu datang ke ITS Surabaya untuk program pertukaran mahasiswa sejak 1–2 minggu lalu dan akan belajar selama satu semester di berbagai jurusan.

“Itu merupakan program kerja sama ITS dengan berbagai universitas di luar negeri yang rutin hadir setiap semester baru. Untuk pertama kalinya, kami mengenalkan mereka dengan Kota Surabaya melalui city tour, di antaranya berkunjung ke Masjid Al-Akbar,” ujarnya.

Kedatangan para mahasiswa asing tersebut diterima oleh Kepala Urusan Wisata Religi MAS, Anas Choiri, beserta tim. “Terima kasih atas kunjungannya, kami merasa terhormat. Masjid Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia,” katanya.

Sambil mengajak para mahasiswa memasuki ruang utama hingga ke kawasan air mancur, Anas menjelaskan bahwa masjid yang dibangun pada 1995 dan rampung pada 2000 itu memiliki dua filosofi, yakni Islam dan nasional.

“Masjid Al-Akbar memiliki lima kubah besar yang melambangkan Rukun Islam dan enam kubah kecil yang melambangkan Rukun Iman. Lima kubah besar juga merepresentasikan Pancasila dengan lima sila,” jelasnya.

Sementara itu, filosofi nasional tercermin pada mihrab setinggi 17 meter di ruang utama, bintang bersudut delapan di dinding utama, serta 45 pintu yang melambangkan 17 Agustus 1945, tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Selain bangunan utama, kami juga memiliki sejumlah taman. Masjid Al-Akbar bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki lembaga pendidikan dari TK hingga STAI, serta Menara 99 meter yang memungkinkan pengunjung melihat panorama Kota Surabaya dari ketinggian,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

ITS mahasiswa Asing Masjid Nasional Al Akbar Surabaya surabaya