Ketua DPRD ASB Sebut Infrastruktur Masih Jadi PR Terbesar Kabupaten Pacitan

6 Maret 2026 22:37 6 Mar 2026 22:37

Thumbnail Ketua DPRD ASB Sebut Infrastruktur Masih Jadi PR Terbesar Kabupaten Pacitan

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setyo Budi atau yang akrab disapa ASB saat diwawancarai usai mengikuti rapat paripurna penyampaian Nota Bupati tentang LKPJ Tahun 2025 di Gedung DPRD Pacitan, Jumat, 6 Maret 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, Arif Setyo Budi, menyebut sektor infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar bagi daerah berjuluk Kota 1001 Goa hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan Arif usai mengikuti rapat paripurna DPRD Pacitan dengan agenda penyampaian Nota Bupati tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut ASB sapaan akrabnya, persoalan infrastruktur sudah menjadi tantangan sejak lama dan hingga kini masih menjadi fokus utama yang harus ditangani secara bersama-sama.

“PR kita ke depannya mulai dari zaman dulu sampai sekarang itu adalah di infrastruktur. Nah infrastruktur ini tidak akan tercapai kalau kita semua tidak ada kesolidan kebersamaan,” katanya kepada Ketik.com.

Ketua ASB menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Pacitan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah maupun kebijakan dari pemerintah pusat. Pasalnya, alokasi dana dari pusat seringkali tidak memiliki kepastian.

“Kalau hanya mengandalkan uangnya pemerintah daerah dan kebijakan pemerintah pusat itu terkadang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan yang dinilai masih belum maksimal sehingga berpengaruh terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan.

“Sehingga kita cukup menunggu saja mendapatkan sedapat-dapatnya meskipun sudah berikhtiar semaksimal mungkin, tapi belum bisa terjamin kepastiannya karena kita mempunyai PAD yang masih belum maksimal,” imbuhnya.

Pun, Ia mengakui belanja infrastruktur masih relatif kecil, salah satunya akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah.

“Kalau kita menjadi kabupaten mandiri itu sangat berat. Kabupaten kota di seluruh Jawa Timur ini yang bisa mandiri hanya pemerintahan Kota Surabaya,” ujarnya.

Menurutnya, bagi daerah dengan karakter wilayah seperti Pacitan, persoalan pembangunan infrastruktur tetap menjadi tantangan besar yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Meski begitu, politisi partai berlogo mercy itu menyebut terdapat sejumlah sektor yang dinilai perlu dipacu lantaran memiliki potensi untuk menambah PAD Pacitan.

Menurutnya, penertiban pajak di sektor usaha seperti restoran, hotel, dan homestay masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola dengan lebih optimal.

“Yang akan dipacu di Kabupaten Pacitan yang pertama kalau kita lihat dari sisi PAD ya tentunya pariwisata dan retail domestik, yaitu penertiban pajak-pajak di restoran, hotel dan homestay itu masih lumayan kalau bisa ditertibkan,” jelasnya.

Dalam evaluasi LKPJ 2025, secara keseluruhan ASB menilai, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang menunjukkan capaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebut peningkatan tersebut terlihat dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pacitan yang banyak ditopang oleh sektor pertanian.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi PDRB-nya yang berhasil di sektor pertanian menurut saya ada peningkatan,” katanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Pacitan LKPJ 2025 Arif Setyo Budi infrastruktur pacitan PAD PACITAN Pariwisata Pacitan