Arus Mudik 2026! Pemerintah Petakan Jalur Rawan dan Gerbang Tol Utama

11 Maret 2026 14:44 11 Mar 2026 14:44

Thumbnail Arus Mudik 2026! Pemerintah Petakan Jalur Rawan dan Gerbang Tol Utama

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Trans Jawa beberapa waktu lalu. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 diprediksi akan menjadi salah satu ujian terberat bagi manajemen lalu lintas nasional. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bersama Korlantas Polri mulai memetakan titik-titik krusial yang diprediksi akan menjadi pusat kepadatan kendaraan, menyusul estimasi pergerakan masyarakat yang menembus angka 143,9 juta orang.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dalam keterangannya menyebutkan bahwa puncak arus mudik tahun ini akan terbagi dalam dua gelombang besar, yakni pada Senin, 16 Maret 2026 dan Rabu, 18 Maret 2026.

"Simulasi kami menunjukkan adanya lonjakan signifikan, terutama karena adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang membuat masyarakat berangkat lebih awal. Namun, beban tetap akan bertumpu pada tanggal-tanggal tersebut," ujar Menhub di Jakarta.

Jalur Tol Trans Jawa masih menjadi primadona sekaligus titik paling rawan. Korlantas Polri memberikan catatan khusus pada beberapa ruas:

  • Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek): Kepadatan diprediksi mulai terjadi di KM 47 (pertemuan arus) dan KM 70 (area transisi menjelang sistem One Way).
  • Gerbang Tol Kalikangkung: Menjadi titik bottleneck utama bagi pemudik yang menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • Akses Rest Area: KM 379 dan KM 429 diantisipasi sebagai titik antrean panjang akibat kendaraan yang keluar-masuk bahu jalan secara tiba-tiba.

Untuk mengurai beban di Japek, pemerintah akan memfungsikan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan secara terbatas sepanjang 54,7 kilometer.

Bagi pemudik yang memilih jalur non-tol, tantangan besar ada di wilayah Jawa Barat menuju Priangan Timur. Jalur "legendaris" Nagreg hingga Lingkar Gentong tetap menjadi sorotan karena kondisi jalan yang curam dan tikungan tajam yang rawan bagi kendaraan berat.

Selain itu, jalur Pantura di wilayah Karawang (Tanjungpura dan Simpang Jendeuy) serta Cirebon diprediksi tersendat oleh aktivitas pasar tumpah dan perlintasan sebidang kereta api.

Di Pulau Sumatera, kerawanan bergeser ke wilayah perbukitan. Jalur Liku Sembilan (Bengkulu-Kepahiang) dan Lintas Barat Sumatera di wilayah Kampar (KM 17 hingga KM 98) masuk dalam daftar zona merah rawan longsor dan kecelakaan.

Sementara itu, Pelabuhan Merak di Banten masih menjadi titik penumpukan kendaraan yang paling kritis sebelum menyeberang ke Bakauheni. Otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat untuk melakukan reservasi tiket via aplikasi jauh-jauh hari guna menghindari antrean mengular di gerbang dermaga.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa skema One Way, Contraflow dan pembatasan kendaraan sumbu tiga akan mulai diberlakukan secara situasional sejak 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026.

"Personel sudah kami sebar di 25 pos pelayanan terpadu. Fokus kita bukan hanya kelancaran, tapi juga keselamatan pengemudi. Jangan paksakan berkendara jika sudah mencapai batas lelah," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

mudik Berpergian kemacetan idul fitri jalan raya eid mubarak trans jawa Jalan tol Gerbang Tol