KETIK, BANGKALAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, menggelar pelantikan raya pengurus masa khidmat 2026–2029 pada Minggu 8 Maret 2026.
Pelantikan yang ditempatkan di Balai Desa Keleyan tersebut berlangsung dengan khidmat dengan dihadiri Ketua PC GP Ansor Bangkalan H. Zainal Arifin Subair, para pengurus, kader Ansor, Anggota DPR RI, H. Syafiudin Asmoro, Anggota DPRD Bangkalan H. Abdul Aziz dan Agus Suwito serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memperkuat soliditas kader GP Ansor di wilayah Socah.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Socah Zainul Arifin mengatakan, pelantikan ini tidak hanya mengukuhkan jajaran pengurus PAC GP Ansor Socah, tetapi juga melantik pengurus ranting GP Ansor dari seluruh desa se-Kecamatan Socah.
"Prosesi pelantikan ini menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi di tingkat kecamatan maupun desa," tuturnya.
Acara pelantikan dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama. Hal ini karena pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sehingga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi di antara para kader dan tamu undangan.
Melalui pelantikan ini, diharapkan kepengurusan baru mampu memperkuat peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang aktif dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Socah.
Sementara Anggota DPR RI H. Syafiudin Asmoro mengatakan bahwa Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor agar tetap waspada terhadap dinamika global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ansor diharapkan menjadi organisasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
"Kader Ansor jangan hanya aktif di tingkat lokal, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap perkembangan geopolitik dunia. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai memiliki dampak luas, termasuk pada sektor ekonomi global," ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang kerap menjadi latar belakang ketegangan di kawasan Timur Tengah adalah perebutan kepentingan strategis, termasuk sumber daya alam seperti minyak bumi.
Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di dunia yang sangat memengaruhi stabilitas energi global.
"Kita harus memperkuat kesiapan organisasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul, baik secara ekonomi, sosial, maupun politik," tambahnya.
Dengan sikap tersebut, diharapkan GP Ansor mampu tetap berperan sebagai organisasi kepemudaan yang solid, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (*)
