Cerita Perjalanan Manda, Mahasiswi Hukum yang Meniti Karier Menyanyi dan Dunia Advokat

24 Januari 2026 14:30 24 Jan 2026 14:30

Thumbnail Cerita Perjalanan Manda, Mahasiswi Hukum yang Meniti Karier Menyanyi dan Dunia Advokat

Manda, Mahasiswi hukum yang meniti karier menjadi asisten lawyer dan penyanyi. (Foto: Manda for Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Usia muda tidak menghalangi Manda (20), mahasiswi Fakultas Hukum asal Pasuruan, Jawa Timur, untuk menjalani berbagai peran sekaligus di Jakarta, mulai dari bangku kuliah, kantor advokat, hingga panggung hiburan.

Di tengah dinamika kehidupan Ibu Kota, ia memilih menapaki jalan hidup yang tidak lazim dengan membagi fokus antara pendidikan, kerja profesional, dan dunia seni.

Meski usianya relatif muda, pengalaman hidup yang dilalui Manda membentuk kedewasaan berpikir. Di sela padatnya tuntutan akademik, ia tetap aktif menekuni profesi sebagai penyanyi dan model, dua bidang yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak remaja.

Bagi Manda, dunia seni bukan sekadar aktivitas sampingan. Tarik suara dan modeling menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana membangun kepercayaan diri. Ketertarikannya pada musik tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, yang berawal dari lingkungan keluarga.

Sosok sang ibu, yang juga dikenal sebagai penyanyi, menjadi inspirasi awalnya mengenal dunia tarik suara. Dari kebiasaan menyaksikan ibunya bernyanyi, tumbuh keinginan untuk belajar tampil di depan publik. Seiring waktu, Manda mulai menekuni dunia modeling dan terlibat dalam berbagai kegiatan, sambil tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Saat masih berstatus pelajar SMA, Manda pernah berhadapan dengan persoalan hukum yang menjadi fase paling berat dalam hidupnya. Ia mengakui pengalaman tersebut sempat mengguncang mental dan membuatnya mempertanyakan arah masa depan.

Alih-alih larut dalam keterpurukan, pengalaman itu justru menjadi titik balik. Dari sanalah muncul ketertarikan mendalam terhadap dunia hukum. Manda terdorong untuk memahami sistem hukum secara lebih utuh, tidak hanya sebagai pihak yang terdampak, tetapi sebagai bagian dari proses penegakan keadilan.

“Keputusan saya memilih Fakultas Hukum bukan sesuatu yang instan. Itu lahir dari refleksi panjang atas pengalaman hidup. Bagi saya, hukum bukan sekadar kumpulan pasal dan teori, melainkan sarana keadilan yang berdampak langsung pada kehidupan manusia,” ujar Manda, Sabtu, 24 Januari 2026.

Keseriusannya menekuni bidang hukum kemudian mengantarkannya bergabung di Kantor Advokat Suwito Joyonegoro & Partners, Jakarta. Di sana, Manda dipercaya menjalankan peran sebagai asisten lawyer, yang memberinya kesempatan belajar langsung mengenai praktik hukum.

Melalui peran tersebut, ia terlibat dalam berbagai proses pendampingan perkara dan mengenal dinamika kerja advokat secara nyata. Di sisi lain, tuntutan waktu yang padat mengharuskannya mengatur jadwal dengan disiplin tinggi.

“Kuncinya ada pada komitmen dan kedisiplinan, supaya kuliah, pekerjaan, dan aktivitas lain bisa tetap berjalan seimbang,” katanya.

Menurut Manda, setiap peran yang dijalani justru saling melengkapi. Dunia seni membentuk keberanian dan rasa percaya diri, sementara ilmu hukum menempanya menjadi pribadi yang kritis dan berpikir sistematis.

“Dua dunia itu tidak saling meniadakan, justru saling menguatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan Kantor Advokat Suwito Joyonegoro & Partners, Suwito Joyonegoro, S.H., M.H., menilai Manda sebagai sosok muda dengan kemauan belajar yang tinggi. Ia melihat keseriusan Manda dalam menyerap ilmu meskipun harus menjalani berbagai peran sekaligus.

Menurut pria yang akrab disapa Wito tersebut, pengalaman hidup yang dimiliki Manda justru menjadi nilai tambah dalam dunia hukum. “Di usia yang masih sangat muda, ia memiliki kepekaan dan ketangguhan mental yang penting dalam profesi ini,” ujarnya.

Ia menilai kisah Manda merepresentasikan potret perempuan muda yang berani bangkit dari masa lalu dan menata masa depan dengan kesadaran penuh.

“Dari Pasuruan hingga Jakarta, dari panggung hiburan hingga ruang praktik hukum, ia menunjukkan bahwa kegigihan dan kemauan belajar mampu membuka jalan baru. Pengalaman hidup seberat apa pun bisa menjadi fondasi untuk tumbuh lebih kuat,” pungkas lawyer asal Kota Batu ini. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mahasiswi Hukum Lawyer Kota Batu Kantor Advokat Suwito Joyonegoro & Partners