Presiden Prabowo Tegur Gubernur dan Bupati di Bali soal Sampah, Pariwisata Nasional Terancam

4 Februari 2026 05:40 4 Feb 2026 05:40

Thumbnail Presiden Prabowo Tegur Gubernur dan Bupati di Bali soal Sampah, Pariwisata Nasional Terancam

Presiden Prabowo saat memberikan taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: BPIM Setpres)

KETIK, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan teguran terbuka kepada jajaran pemerintah daerah di Bali, mulai dari gubernur hingga para bupati, terkait persoalan sampah yang dinilai semakin serius dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional. Presiden menegaskan, persoalan lingkungan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan.

Prabowo menekankan bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja nyata, kepemimpinan yang kuat, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya menunggu arahan, melainkan segera bertindak di lapangan.

“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tapi, kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegas Prabowo dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026 seperti dikutip dari laman Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Februari 2026. 

Dalam arahannya, Presiden secara khusus menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang dinilai telah mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Presiden mengungkapkan bahwa ia menerima langsung keluhan dari tokoh internasional terkait kondisi kebersihan Bali yang semakin memprihatinkan.

“Dia ngomong ke saya. Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’ Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama,’” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling cepat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, potensi tersebut akan hilang jika lingkungan destinasi wisata unggulan, khususnya Bali, dibiarkan kumuh dan dipenuhi sampah.

“Ini maaf ya, gubernur, bupati-bupati dari Bali. Ini real, lho. Bali bulan Desember 2025. Ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” kata Presiden.

Sebagai langkah konkret, Presiden meminta gubernur dan kepala daerah di Bali untuk mengambil tanggung jawab penuh terhadap kebersihan lingkungan. Presiden juga mendorong pelibatan sekolah-sekolah dan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti secara rutin sebagai upaya membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat siap mengambil alih kepemimpinan penanganan sampah apabila pemerintah daerah tidak bergerak cepat. Bahkan, ia menyatakan akan mengerahkan TNI, Polri, BUMN, serta seluruh kementerian dan lembaga untuk terjun langsung dalam kerja bakti massal.

“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah Dandim, Danrem, saya perintahkan kau gerakan anak buahmu korve. Setiap hari atau setiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakan korve, korve, korve. Nanti dia bisa selamatkan,” tegas Presiden.

Menutup arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menyatakan perang terhadap sampah. Menurut Kepala Negara, persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan visual, tetapi juga ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan berpotensi menimbulkan bencana lingkungan.

Pernyataan Presiden tersebut menjadi peringatan keras sekaligus seruan aksi bagi seluruh pemangku kebijakan. Pemerintah menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia hanya dapat terjaga apabila lingkungan dilindungi, dan kepemimpinan hadir secara tegas, cepat, serta berpihak pada kepentingan rakyat.

Tombol Google News

Tags:

Presiden prabowo masalah sampah bali taklimat presiden