KETIK, KENDAL – KETIK, KENDAL – Sabtu pagi di penghujung Januari, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-alun Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tampak berbeda dari hari biasanya. Ribuan warga tumpah ruah memadati area yang terletak tepat di depan Masjid Besar Al-Muttaqin ini untuk menikmati akhir pekan dengan berolahraga, Sabtu 31 Januari 2026.
Sejak pukul 06.00 WIB, ritme musik senam aerobik sudah terdengar bersahut-shutan dengan langkah kaki para pelari (jogging) yang mengitari lintasan paving. Keberadaan RTH ini menjadi sangat krusial mengingat karakteristik wilayah Kaliwungu yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk dan pusat industri di Kabupaten Kendal.
Bagi warga lokal, Alun-alun Kaliwungu bukan sekadar lapangan terbuka, melainkan "paru-paru" yang memberikan ruang napas di tengah pemukiman yang kian menghimpit.
Nina (32), seorang warga sekitar yang rutin berkunjung setiap akhir pekan, mengungkapkan betapa berharganya keberadaan ruang publik ini. Menurutnya, akses terhadap tempat olahraga yang representatif sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
Masyarakat melakukan aktivitas senam dan jogging pagi ini, Sabtu 31 Januari 2026.
"RTH ini sangat penting buat masyarakat, apalagi seperti di Kaliwungu yang sudah padat penduduk dan pemukiman. Jadi kita bisa mencari area yang bisa untuk berolahraga sekaligus melepas penat," ujar Nina saat ditemui di sela-sela aktivitas joggingnya.
Selain fasilitas olahraga, daya tarik utama Alun-alun Kaliwungu adalah ketersediaan pusat kuliner dan UMKM. Lokasinya yang strategis di jalur utama membuat ekosistem ekonomi mikro di sini tumbuh subur.
Nina menambahkan bahwa kemudahan akses pangan menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pengunjung.
"Karena lokasinya strategis ditambah banyak pedagang UMKM, jadi kalau capek habis olahraga tidak takut harus mencari minum atau makanan untuk sarapan. Semua lengkap di sini," imbuhnya.
Berbagai lapak mulai dari bubur ayam, nasi bungkus, hingga minuman segar berjejer rapi, memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor perdagangan.
Pemanfaatan RTH ini juga mencerminkan upaya sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal berperan aktif dalam pengelolaan dan pemeliharaan area hijau tersebut. Sejak pembangunan rampung, DLH rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang untuk menjaga kebersihan, tidak merusak fasilitas, serta menjaga kelestarian tanaman. Kepala DLH Kendal pernah menekankan pentingnya partisipasi aktif warga agar RTH tetap fungsional dan nyaman.
Selain itu, Pemkab Kendal telah melengkapi RTH Kaliwungu dengan fasilitas pendukung seperti Wi-Fi gratis, yang turut mendukung aktivitas masyarakat, termasuk anak muda yang sering berkumpul sambil menikmati udara segar. Komunitas masyarakat setempat bahkan membentuk kelompok peduli untuk ikut menjaga kebersihan dan fasilitas, menunjukkan rasa memiliki yang tinggi terhadap ruang publik ini.
Dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat di wilayah Kaliwungu—sebagai salah satu kecamatan teramai di Kendal—keberadaan RTH Alun-Alun menjadi oase hijau yang krusial untuk kesehatan fisik dan mental masyarakat. Aktivitas olahraga rutin di sini diharapkan dapat terus berlanjut, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM yang berkembang di sekitarnya.
Pemerintah daerah melalui DLH dan instansi terkait terus mendorong pemanfaatan optimal RTH, sambil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga dan merawat agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
