KETIK, KENDAL – Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan kembali dilakukan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Seknas Genta Pangan Mandiri Kabupaten Kendal mengolah limbah jamu dari UMKM menjadi pupuk organik buatan sendiri.
Pupuk tersebut diperuntukkan khusus untuk mendukung tanaman di lahan wisata edukasi pertanian yang berada di kawasan Wana Wisata Taman Buah Sidomakmur, Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan yang digagas organisasi tersebut untuk memperkuat sektor pertanian lokal. Pupuk organik yang dihasilkan langsung diaplikasikan pada area pertanian di lokasi wisata tersebut, baik pada tanaman yang sudah tumbuh maupun yang baru akan ditanam.
Proses pengolahan limbah jamu—yang biasanya berupa sisa ampas dan cairan dari produksi jamu tradisional—dilakukan dengan metode fermentasi sederhana agar menjadi pupuk kaya nutrisi bagi tanah.
Sugito, selaku penanggung jawab kegiatan di Wisata Edukasi Pertanian Wana Wisata Taman Buah Sidomakmur, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menciptakan kemandirian penuh di lokasi tersebut. “Kami ingin menciptakan kemandirian, sehingga bisa menekan biaya produksi tanam, baik untuk tanaman yang sudah ada maupun yang belum ditanam di sini,” ujar Sugito saat ditemui di lokasi, Rabu 29 Januari 2026.
Menurutnya, dengan memanfaatkan limbah jamu yang selama ini sering menjadi masalah lingkungan bagi UMKM, pihaknya berhasil mengubah sampah menjadi sumber berkah. Pupuk organik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal.
Lebih lanjut, Sugito menyampaikan harapan besar agar praktik pengolahan limbah menjadi pupuk organik ini bisa ditiru oleh masyarakat luas. “Sampah bisa menjadi berkah jika diolah dengan baik. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah dari UMKM, seperti ampas jamu, punya nilai ekonomi dan lingkungan yang tinggi jika dikelola secara tepat,” tambahnya.
Seknas Genta Pangan Mandiri Kabupaten Kendal saat ini sedang fokus melakukan sosialisasi intensif ke berbagai kalangan. Sasaran utama meliputi kelompok tani, masyarakat umum, hingga pelajar dan generasi muda.
Tujuannya adalah menumbuhkan minat serta mengenalkan kembali dunia pertanian, khususnya kepada anak muda, agar keberlanjutan regenerasi petani tetap terjaga di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan pola konsumsi.
Wana Wisata Taman Buah Sidomakmur sendiri telah lama dikenal sebagai destinasi wisata alam dan edukasi di Kendal. Berlokasi di lahan seluas sekitar 10 hektare yang bekerja sama dengan Perhutani, kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas seperti penanaman buah-buahan, outbound, hingga edukasi pertanian berkelanjutan.
Dengan adanya program pengolahan limbah ini, wisata tersebut semakin memperkuat konsep edukasi lingkungan dan pertanian organik bagi pengunjung.
Kegiatan Seknas Genta Pangan Mandiri ini sejalan dengan semangat nasional untuk mendukung swasembada pangan dan pengelolaan limbah secara mandiri. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pertanian berkelanjutan, langkah kecil seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Dengan mengubah limbah jamu menjadi pupuk organik, Seknas Genta Pangan Mandiri tidak hanya membantu UMKM mengatasi masalah sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal sambil menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Kendal. (*)
