Bupati Bondowoso: Makan Bergizi Gratis Bukan Bantuan, Tapi Investasi SDM Masa Depan

26 Januari 2026 15:00 26 Jan 2026 15:00

Thumbnail Bupati Bondowoso: Makan Bergizi Gratis Bukan Bantuan, Tapi Investasi SDM Masa Depan

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S, Deyang saat menghadiri Forum Koordinasi dan Evaluasi Pemantauan serta Pengawasan Pemenuhan Gizi yang digelar di Ijen View Hotel Bondowoso Foto: Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan koordinasi, evaluasi, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam Forum Koordinasi dan Evaluasi Pemantauan serta Pengawasan Pemenuhan Gizi yang digelar di Ijen View Hotel, Bondowoso, Senin, 26 Januari 2026.

Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis nasional yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Program ini dirancang untuk menurunkan angka stunting, mengatasi persoalan gizi kurang, memperluas akses pangan sehat, serta meningkatkan kualitas tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, pelaksanaannya harus tepat sasaran, aman, higienis, dan sesuai dengan standar gizi,” tegasnya.

Menurut Bupati, bagi daerah seperti Kabupaten Bondowoso, MBG menjadi ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai persoalan gizi secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Oleh sebab itu, pemantauan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional dinilai sangat penting guna memastikan kualitas serta akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan.

Bupati juga menyoroti tantangan pemenuhan gizi yang masih dihadapi Bondowoso. Namun demikian, ia optimistis karena Bondowoso memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan pangan lokal yang dapat menjadi penopang utama rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

Pelaksanaan MBG di Bondowoso didorong tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi penerima, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan.

Dengan pendekatan tersebut, program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu membangun ekosistem pangan sehat yang berkelanjutan serta menjadi investasi sehat bagi masa depan bangsa kedepannya.

Forum koordinasi yang digelar di Ijen View Hotel tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama, mengidentifikasi kendala di lapangan, memperbaiki tata kelola, serta memperkuat sistem pemantauan dan pengawasan demi meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke depan.

Diskusi lintas sektor yang berlangsung diharapkan menghasilkan masukan dan rekomendasi konkret untuk penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mitra-mitra yang ada di Bondowoso.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyambut baik pelaksanaan sosialisasi petunjuk teknis serta bimbingan teknis dalam kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara terukur, profesional, dan berbasis data.

Pada kesempatan itu, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional atas kepercayaan serta pendampingan yang diberikan. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi Bondowoso yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(*)

Tombol Google News

Tags:

Investasi SDM Badan Gizi Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) BGN AHW Bupati Bondowoso Bondowoso Berkah