KETIK, SITUBONDO – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, HM Nasim Khan, menggandeng Bank Mandiri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan transaksi digital melalui mobile banking. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Gedung PGRI Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis, 12 Maret 2026.
Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari tim penggerak Nasim Khan Indonesia (NKI), Sahmasy Situbondo, tokoh masyarakat, para kiai, hingga perwakilan warga dari berbagai desa di Kabupaten Situbondo.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak.
Pimpinan Cabang Bank Mandiri Situbondo, Rinaldi, menegaskan pentingnya menjaga keamanan data saat menggunakan aplikasi mobile banking, khususnya Livin’ by Mandiri.
“Edukasi ini menjadi bagian dari upaya bank milik negara dalam memperkuat perlindungan nasabah dari ancaman kejahatan siber,” ujarnya.
Rinaldi mengingatkan nasabah agar tidak membagikan data penting seperti PIN, kode OTP, CVV, maupun password akun perbankan kepada siapa pun. Ia juga menyarankan masyarakat mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Face ID atau fingerprint.
“Selain itu, nasabah juga dianjurkan untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti biometrik Face ID atau fingerprint pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini dinilai mampu memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna ketika melakukan transaksi digital,” kata Rinaldi.
Ia juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap modus kejahatan siber seperti phishing dan social engineering yang kerap disebarkan melalui email, WhatsApp, atau SMS berisi tautan mencurigakan.
“Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber seperti phishing dan social engineering. Modus ini biasanya dilakukan melalui pesan email, WhatsApp, atau SMS yang berisi tautan mencurigakan untuk mencuri data perbankan korban. Bila menemukan tautan yang mencurigakan, jangan pernah mengkliknya. Pastikan mengunduh aplikasi resmi dari App Store atau Google Play,” tegasnya.
Menurut Rinaldi, edukasi ini merupakan bagian dari program literasi digital Bank Mandiri untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.
Sementara itu, HM Nasim Khan mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut juga dirangkai dengan silaturahmi dan buka puasa bersama tim penggerak NKI, Sahmasy, tokoh agama, serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Situbondo.
“Hampir setiap desa se Kabupaten Situbondo mengirimkan lima orang perwakilan untuk menghadiri sosialisasi dan buka puasa bersama ini,” kata Nasim Khan, wakil rakyat dari Dapil III Jawa Timur.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat nantinya akan menjadi bahan untuk menjalankan fungsi sebagai pengawasan dan penganggaran di parlemen yang dibutuhkan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Situbondo. Karena berbagai program pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, serta seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Nasim Khan juga mengapresiasi Bank Mandiri yang telah berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat terkait transaksi digital dan keamanan mobile banking.
“Kita bersama mitra kami dari Himbara, yaitu Bank Mandiri yang telah memfasilitasi sosialisasi transaksi digital dan keamanan mobile banking kepada masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat Situbondo semakin cerdas dalam menggunakan layanan aplikasi e-banking,” pungkasnya. (*)
