KETIK, JAKARTA – Tiga hari raya agama berbeda pada Maret 2026 ini saling berdekatan, yaitu Nari Raya Nyepi, Idulfitri dan Paskah. Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai.
Menurutnya, perayaan hari raya besar tiga agama berbeda ini menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, menjaga harmoni dan pesan damai untuk seluruh masyarakat Indonesia.
“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag dikutip dari keterangan resmi pada Jumat 13 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan masing-masing hari raya ini membawa nilai universal masing-masing. Nyepi misalnya, mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, IdulFitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, terakhir Paskah, yang membawa pesan harapan dan kasih.
“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” jelasnya.
Terpisah Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perbedaan merupakan kenyataan yang harus dikelola dengan sikap saling menghormati.
"Perbedaan, Itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu untuk menggalang persatuan, menggalang kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini," tegas Presiden.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idulfitri 1447 H/ 2026 M, dan Masjid Ramah Pemudik. (*)
