Buntut Agresi Militer, PMII Jatim Geruduk Konjen AS Surabaya Desak Deportasi WNA Amerika

9 Maret 2026 22:41 9 Mar 2026 22:41

Thumbnail Buntut Agresi Militer, PMII Jatim Geruduk Konjen AS Surabaya Desak Deportasi WNA Amerika

Penyampaian orasi dan pembacaan sikap oleh PMII Jawa Timur di depan Gedung Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya menyoal konflik Timur Tengah Iran vs AS-Israel, Senin, 9 Maret 2026. (Foto: Tangkap Layar Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) menggeruduk Gedung Konsulat Jenderal Konjen (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Senin, 9 Maret 2026.

Aksi yang diikuti puluhan anggota tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap agresi militer yang melibatkan AS-Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa berbagai tuntutan, salah satunya mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk mendeportasi seluruh warga negara asing (WNA) AS yang berada di wilayah Jatim.

Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika massa berupaya membacakan pernyataan sikap tepat di depan gedung Konjen. Namun aparat keamanan tidak mengizinkan.

Massa kemudian berpindah ke seberang jalan dan tetap melanjutkan pembacaan sikap.

Dalam orasinya, Wakil Ketua IX Bidang Politik, Kebijakan Publik, dan Ketahanan Regional PKC PMII Jatim, Maulana Rohis Putra mengatakan, serangan militer yang terjadi saat ini telah melampaui batas.

“Kami di sini untuk menyampaikan kegelisahan sebagai manusia sekaligus sebagai warga negara yang bisa jadi bakal mengalami hal serupa di masa depan,” ujarnya Rohis sapaannya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, PMII Jatim menilai perang yang terjadi tidak hanya menghancurkan bangunan dan fasilitas publik, tetapi juga merusak masa depan masyarakat yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik geopolitik tersebut.

"Peperangan harus dihapuskan. Setiap dentuman bom di wilayah Timur Tengah merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa dipandang hanya sebagai strategi militer," tegas Mantan Ketua PMII Lamongan 2024-2025 itu.

Sodorkan Tuntutan kepada Gubernur Jatim

Selain menyampaikan kecaman terhadap agresi militer, massa juga membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur Jatim.

PMII Jatim meminta gubernur secara terbuka mengecam agresi militer AS-Israel yang telah memicu penderitaan kemanusiaan.

Tak hanya itu, massa juga mendesak gubernur segera mengambil langkah kebijakan luar biasa dengan mendeportasi seluruh warga negara Amerika Serikat yang berada di wilayah Jawa Timur.

Menurut mereka, tuntutan deportasi tersebut merupakan bentuk empati. "Ini bentuk solidaritas terhadap ribuan warga Iran yang menjadi korban agresi militer," jelasnya.

Selain itu, PMII Jatim meminta dilakukan peninjauan ulang terhadap seluruh kerja sama strategis antara Pemprov Jatim dengan pihak yang terafiliasi dengan kebijakan militer AS-Israel.

“Kami tidak bisa berdiam diri melihat ribuan nyawa tak berdosa melayang. Kehadiran warga negara dari negara yang melakukan agresi aktif di tanah Jawa Timur menjadi luka bagi rasa kemanusiaan kami. Kami meminta Ibu Gubernur segera mengambil tindakan,” tegas Maulana.

Lebih lanjut, massa juga mendesak Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto keluar dari Board of Peace (Bop) karena dinilai mencederai marwah bangsa Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa PMII Jatim siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pihak berwenang.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian sebelum massa akhirnya membubarkan diri.(*)

Tombol Google News

Tags:

PMII Jatim aksi mahasiswa surabaya konjen amerika surabaya Konflik Timur Tengah Demonstrasi mahasiswa AS-ISRAEL