Bukan Sekadar Takjil, Ini Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa

6 Maret 2026 04:16 6 Mar 2026 04:16

Thumbnail Bukan Sekadar Takjil, Ini Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa

Ilustrasi orang yang sedang berbagi makanan. (Foto: Fariha Al Jihan/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan. Setiap ibadah dilipatgandakan pahalanya, termasuk amalan yang sering dianggap sederhana seperti memberi makan kepada orang yang sedang berpuasa.

Selama bulan Ramadan, tradisi bagi-bagi takjil mudah dijumpai di berbagai tempat. Dibalik kegiatan itu, terdapat makna yang mendalam. Memberi makan kepada orang yang berpuasa bukan sekedar tradisi, tetapi amalan yang memiliki keutamaan besar.

Dalam unggahan di akun YouTube resminya pada 1 Maret 2026, Buya Yahya menyoroti keutamaan memberi makan orang yang berpuasa.

Ia menegaskan bahwa memberi makan, terutama kepada orang yang sedang berpuasa, termasuk amalan berpahala besar.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang adanya kamar-kamar di surga yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan sebaliknya. Gambaran itu menunjukkan betapa indahnya surga, meski hakikatnya tak mampu dibayangkan sepenuhnya oleh manusia.

Surga adalah kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, maupun terlintas dalam hati manusia. Gambaran tentang sungai, buah-buahan, dan berbagai kenikmatan hanyalah pendekatan bahasa untuk memudahkan manusia memahaminya.

Seorang Arab Badui pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang siapa yang berhak menempati kamar-kamar indah itu.

Bahwa itu diperuntukkan bagi orang yang bertutur kata baik, gemar memberi makan, rajin berpuasa, serta mendirikan salat malam ketika manusia sedang terlelap.” (HR.Tirmidzi)

Keutamaan memberi makan juga ditegaskan dalam hadis lain. Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, pemberi makan memperoleh pahala setara, sementara pahala orang yang berpuasa tetap utuh. Hal ini menunjukkan betapa luas rahmat dan kemurahan Allah dalam memberi ganjaran.

Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menikmati berbuka untuk diri sendiri. Saling berbagi makanan, bahkan menerima pemberian dengan niat memberi kesempatan pahala kepada orang lain, merupakan bagian dari semangat Ramadan

Karena itu, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membangun kepedulian dan memperbanyak bekal menuju akhirat. Kesempatan ini tidak datang dua kali, sehingga sudah selayaknya dimanfaatkan sebaik mungkin. (*)

Tombol Google News

Tags:

takjil Berbagi Makanan berpuasa pahala Ramadan keutamaan