KETIK, MALANG – Beberapa waktu terakhir, pemerintah seolah menjadi maniak sawit. Dilibat dari pernyataan pemerintah tentang ambisinya untuk menanami pohon sawit di tanah Papua.
Meskipun sawit juga memiliki batang, akar, dan daun, namun ternyata fungsi yang dimiliki berbeda dengan jenis pohon lainnya. Pohon sawit memiliki sistem akar yang lebih dangkal dari pohon lainnya. Imbasnya, penyerapan tanah dalam dan mekanisme penahanan air lebih rendah.
Untuk itu, ada pilihan jenis pohon lainnya yang lebih efektif menyerap dan menyimpan cadangan air. Berikut daftarnya:
1. Pohon Beringin
Pohon beringin memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap dan menyimpan air. Hal ini didukung dengan jenis akar yang dimiliki yakni akar tunggang dan akar gantung. Pada daerah yang terancam kekeringan, pohon beringin sangat cocok dijadikan pilihan untuk melindungi mata air. Pohonnya yang besar dan rimbun juga membuat teduh.
2. Pohon Trembesi
Pohon trembesi banyak ditemui di pinggir jalan. Pohonnya yang besar ini membuat teduh dan segar pengendara ketika melintas di jalan raga. Pohon trembesi mampu menyerap air dengan baik dan dapat hidup hingga puluhan tahun. Seluruh bagian tubuh pohon trembesi memiliki fungsi konservasi lingkungan. Akarnya mampu menyerap dan menyimpan air tanah.
3. Pohon Bambu
Pohon bambu meskipun dikenal angker sebagai rumah genderuwo, namun memiliki fungsi sangat bagus untuk menyerap dan menyimpan air. Kemampuan penyerapan air hujan mencapai 90 persen dengan kadar penguapan 10 persen. Bambu juga mampu menghindari erosi, memperbaiki kandungan air tanah, hingga meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.
4. Pohon Randu
Pohon randu memiliki batang besar dan tumbuh hingga ketinggian 30 meter. Pohon ini dapat berfungsi sebagai pencegah erosi khususnya di lereng gunung. Kemampuannya untuk menyimpan cadangan air ini membuat Pohon Randu cocok sebagai tanaman konservasi.(*)
