Budi Santosa Ungkap Kekuatan Media bagi Pemkab Sleman di Gathering HPN 2026

11 Februari 2026 05:45 11 Feb 2026 05:45

Thumbnail Budi Santosa Ungkap Kekuatan Media bagi Pemkab Sleman di Gathering HPN 2026

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santosa, dalam acara Gathering HPN 2026 bersama Sobat Media. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menempatkan kemitraan dengan insan pers sebagai pilar utama dalam keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santosa, menegaskan bahwa Pemkab Sleman mengoptimalkan potensi 68 media yang tersebar di wilayahnya untuk mendukung penyebaran informasi pembangunan yang berimbang dan konstruktif. Hal tersebut disampaikan Budi dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bertajuk "Terkoneksi Berkolaborasi" di Sajian Kembang Turi Resto, Selasa 10 Februari 2026.

Kekuatan 68 Media dan Sinergi Kominfo

Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan komunikasi publik, Budi Santosa memaparkan bahwa kekuatan media di Sleman mencakup berbagai platform yang aktif berkolaborasi. Peta sebaran tersebut terdiri dari 38 media online, 11 media cetak, 10 media televisi, serta 8 media sosial yang menjadi ujung tombak penyebaran informasi kepada masyarakat.

Budi menekankan bahwa tanpa publikasi dari puluhan media tersebut, pencapaian pemerintah hanya akan menjadi konsumsi internal.

"Tupoksi kami di Kominfo adalah memastikan aktivitas Pemkab Sleman tidak hanya menjadi data dan kesenangan internal saja. Tanpa teman-teman media yang meliput dan menyebarluaskan, program-program pembangunan akan sulit dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," ujar Budi Santosa.

Ia menambahkan bahwa dalam setahun terakhir, Kominfo telah memfasilitasi sedikitnya 19 kali jumpa pers dan berbagai rilis informasi publik sebagai bentuk nyata keterbukaan informasi.

Peran PWPS dalam Penguatan Kemitraan

Dalam konteks kebijakan kemitraan, Budi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kabupaten Sleman (PWPS). Lebih lanjut, ia mendorong awak media lain yang belum terhimpun untuk segera bergabung dalam wadah profesi guna memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah. Budi menegaskan bahwa Kominfo selalu membuka ruang seluas-luasnya sebagai pusat informasi dan kolaborasi bagi seluruh insan pers.

Ketua Panitia HPN Sleman 2026, Hasto Sutadi, menambahkan bahwa kuatnya sinergi ini didasari oleh sejarah panjang PWPS yang telah berdiri sejak lebih dari 30 tahun lalu, tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Ibnu Subianto.

Menurutnya, wadah ini terbukti efektif sebagai jembatan komunikasi antara insan media dan pemerintah daerah tanpa mencampuri independensi kerja jurnalistik. Hasto menjelaskan bahwa gathering ini merupakan kick-off dari serangkaian kegiatan yang meliputi lomba foto jurnalistik, bantuan sosial bagi tenaga penyapu jalan, hingga jalan sehat dan donor darah.

Acara yang juga dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati  Danang Maharsa dan Sekda Sleman Susmiarto serta sejumlah perwakilan OPD ini menjadi momentum penguatan fasilitas pendukung kerja media, termasuk rencana pengembangan Media Center sebagai ruang aktivitas dan kolaborasi.

Kembali Budi Santosa menyampaikan dirinya optimistis bahwa sinergi dengan puluhan media tersebut akan membawa keberkahan bagi pembangunan Sleman.

"Harapan kami, persahabatan ini menjadi titik awal kolaborasi yang memberdayakan rekan-rekan media, sekaligus sarana untuk terus menyampaikan hal-hal baik demi kemajuan bersama," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Budi Santosa Harda Kiswaya Dinas Kominfo Sleman HPN 2026 Media Center Sleman PWPS Ibnu Subianto Kolaborasi Media Pembangunan Sleman Pemkab Sleman Transparansi Informasi Sinergi Pemkab Sobat Media Sleman Keterbukaan Publik