KETIK, SIDOARJO – Ratusan BPKB kendaraan dinas masih hilang. Posisinya berada di masing-masing dinas, badan, bagian, maupun kecamatan-kecamatan. Sebagian mobil dinas itu masih digunakan, sedangkan sebagian lainnya sudah tidak dipakai lagi. Pejabat baru mengaku belum tahu.
Data yang didapatkan Ketik.com menyebutkan, jumlah BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor) yang hilang mencapai 147 dokumen. Ada 31 instansi atau organisasi perangkat daerah (OPD) yang kehilangan. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyatakan tanggung jawab mengurus BPKB yang hilang itu ada di masing-masing OPD.
Di antaranya, sekretariat daerah, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas PU bina marga dan SDA, dinas cipta karya dan permukiman, dinas kesehatan, satpol PP, dinas tenaga kerja, dinas penanaman modal, dinas pertanian, dinas perhubungan, serta dinas perindustrian dan perdangan, dan lain-lain.
Bahkan, sebagian yang hilang justru BPK mobil kepala OPD-nya dan mobil operasional lainnya. Mulai Toyota Innova Reborn, Toyota Altis, Pajero Sport, Ford Ranger, sampai mobil ambulans serta kendaraan pengangkut jenazah.
”Data-data BPKB yang hilang itu masuk dalam audit BPK pada 2024,” kata sumber Ketik.com.
Ada yang jumlah BPKB-nya hilang cuma satu BPKB. Tapi, ada juga yang sampai belasan hingga puluhan kendaraan. Salah satunya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo yang tercatat kehilangan BPKB mobil damkar serta dump truck.
Ketika dikonfirmasi, Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menyatakan dirinya akan mengecek dulu informasi tentang hilangnya BPKB mobil damkar itu. Dia mengaku belum tahu riwayat pengadaan mobil dinas tersebut. Dia menduga posisi BPKB itu bisa jadi ada di Bidang Aset BPKAD Sidoarjo.
”Biasanya (hilangnya) BPKB itu efek pindah-pindah kantor dan perpindahan personel,” ungkap Sabino Mariano sambil menyatakan akan menelusuri informasi itu kepada pengurus kendaraan di BPBD Sidoarjo.
Sebelumnya diberitakan bahwa BPKAD Sidoarjo telah beberapa tahun menelusuri keberadaan ratusan BPKB yang hilang itu. OPD-OPD telah disurati. BPKAD juga berupaya keras melacak siapa pemegang kendaraan dinas tersebut.
BPKAD terus menggencarkan lagi upaya pencarian BPKB yang hilang itu. Turun ke OPD-OPD di Pemkab Sidoarjo. Upaya itu tidak mudah karena sebagian pemegang kendaraan dinas maupun bagian pengadaannya telah pensiun.
Tercatat tidak hanya satu kali BPKAD Sidoarjo mengirim surat ke OPD-OPD untuk segera mencari BPKB ratusan kendaraan dinas yang hilang tersebut. Ada pengurus kendaraan di OPD yang berhasil melacak keberadaan. Mendadak ingat siapa yang dulu menggunakan kendaraan dan membawa BPKB-nya.
Langkah BPKAD itu membuahkan hasil signifikan. Selama 2023 dan 2024, ratusan BPKB yang hilang dapat ditemukan. Hingga akhir 2024, tersisa 147 BPKB yang masih raib. BPKAD memastikan tidak akan berhenti menelusuri hilangnya dokumen aset negara itu sampai OPD-OPD berhasil mengatasi masalahnya.
BPKAD Sidoarjo memutuskan mengajukan permohonan duplikat BPKB yang hilang untuk ratusan kendaraan dinas. Permohonan diajukan ke Samsat Polresta Sidoarjo. Harus tetap memenuhi persyaratan.
Langkah BPKAD Sidoarjo itu telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati kepada Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing.
Informasinya, permohonan duplikat BPKB ratusan kendaraan yang hilang itu bisa dikabulkan. Namun, prosesnya tetap harus memenuhi persyaratan dokumen dan prosedur lainnya. (*)
