KETIK, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali menunjukkan dukungan terhadap penguatan pers nasional dengan kesiapan menjadi tuan rumah rangkaian Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI).
Komitmen itu disampaikan langsung oleh Agus Irawan saat menerima audiensi panitia HKPS dan Munas SWI 2026 di Rumah Dinas Bupati Boyolali, Senin, 6 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Agus Irawan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 - 21 Mei 2026 mendatang.
“Saya siap hadir dan mendukung penuh acara puncak rangkaian kegiatan HKPS dan Munas SWI 2026 di Boyolali. Silahkan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kominfo dan Sekda agar pelaksanaannya berjalan optimal,” ujar Agus Irawan di hadapan panitia.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Supiat Nasir yang menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Boyolali.
Ia menyebut dukungan tersebut menjadi dorongan besar bagi panitia untuk menyukseskan kegiatan berskala nasional itu.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pak Bupati Boyolali. Ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk menghadirkan HKPS dan Munas SWI yang berkualitas, inspiratif, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan profesionalisme insan pers,” ungkapnya.
Dukungan pemerintah daerah dinilai tidak hanya bersifat seremonial, melainkan mencerminkan kesadaran akan pentingnya peran pers dalam menjaga transparansi, menyampaikan informasi yang akurat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pandangan serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Boyolali, Suwarno.
Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk insan pers.
“Boyolali perlu dibangun dari berbagai unsur dan stakeholder yang ada, termasuk insan pers. Dengan demikian, seluruh masyarakat memiliki rasa handarbeni dan tanggung jawab bersama dalam memelihara serta membangun Boyolali yang lebih baik,” ujarnya.
Pelaksanaan HKPS dan Munas SWI 2026 di Boyolali diharapkan menjadi momentum kebangkitan pers nasional, khususnya dalam meningkatkan kompetensi dan integritas wartawan.
Di tengah derasnya arus informasi, kehadiran pers yang independen dan beretika menjadi kunci menjaga kualitas demokrasi dan kecerdasan publik.
Kabupaten Boyolali pun diproyeksikan menjadi titik penting lahirnya semangat baru bagi insan pers Indonesia untuk terus berkarya dan menghadirkan informasi yang akurat serta mencerahkan kehidupan masyarakat.(*)
