Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

6 April 2026 15:43 6 Apr 2026 15:43

Zailani Bako, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

Ilustrator kegiatan ayam petelur yang diduga fiktif di BUMDes Lae Gecih, kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. (Photo ilustrator ketik, Zaelani Bako)

KETIK, ACEH SINGKIL – Pengadaan ayam petelur pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Lae Gecih, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, TA 2025, sebesar Rp.140 juta diduga pelaksanaannya fiktif. 

Warga setempat, dan LSM Cokro Prawiro Nusantaro (CPN) minta agar APH Aceh Singkil, jangan hanya berdiam diri menonton dari jauh atas penyalahgunaan dana rakyat ini.

"Kami minta APH proaktiflah bertindak, " kata Dalian Bancin, ketua LSM CPN Aceh Singkil, Senin, 6 April 2026.

Menurut Dalian, BUMDes merupakan wahana menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat desa, sudah mestinya pengurus aktif menggerakkan usaha ayam petelur sebagaimana telah diprogramkan sejak awal dari dana desa. 

Tapi anehnya, setelah dana disepakati dengan ploting sebesar Rp 140 juta tahun 2025, malah pengurus tidak mampu merealisasikan kegiatan, atau jangan-jangan dana sudah raib tanpa pelaksanaan oleh pengurus?, kata Dalian, mempertanyakan.

"Ini jelas pelanggaran secara aturan, semua pengurus BUMDes harus mempertanggungjawabkan peruntukan dana kegiatan ayam petelur tersebut," ucapnya.

Lanjutnya, disini yang sangat dirugikan ialah warga masyarakat desa. Semestinya ekonomi dapat berputar dari usaha budidaya ayam petelur sebagai menambah pemasukan, malah berakhir fiktif, "Kemana raibnya dana Rp 140 juta tersebut?," katanya heran. 

Ia minta inspektorat dan APH memanggilnya semua pengurus BUMDes Desa Lae Gecih, guna mempertanggungjawabkan kelalaian mereka dalam mengelola dana masyarakat 

Di kesempatan terpisah, Jaga Berutu, Ketua BUMDes Desa Lae Gecih, yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa bahwa dana pengadaan ayam petelur telah dicairkan pada Rabu kemarin. 

"Keterlambatan ini akibat perubahan kegiatan, dari rencana tanam jagung ke peternakan ayam petelur. Semua draf dan proposal sudah selesai. Kita tinggal pelaksanaan saja, " ucapnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Aceh Singkil BUMDes Lae Gecih dugaan kegiatan fiktif ayam petelur TA 2025 140 juta