BNPB Tekankan Percepatan Pembangunan Huntara bagi Warga Terdampak di Koto Tinggi

8 Januari 2026 03:43 8 Jan 2026 03:43

Thumbnail BNPB Tekankan Percepatan Pembangunan Huntara bagi Warga Terdampak di Koto Tinggi

Progress pembangunan huntara tahap I di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat pada 6 Januari 2026. (Foto: BNPB Indonesia)

KETIK, SURABAYA – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan percepatan pembangunan huntara berjalan sesuai target serta menjawab kebutuhan warga terdampak.

Dalam kunjungan kerjanya, Sekretaris Utama BNPB menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi hal krusial sebagai solusi sementara yang layak, aman, dan manusiawi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Huntara tahap I yang diajukan berjumlah 12 barak atau setara 60 unit dan berlokasi di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 unit huntara telah mencapai progres pembangunan sekitar 50 persen. Diharapkan, unit-unit tersebut dapat segera diselesaikan dan ditempati agar aktivitas serta kehidupan sosial masyarakat terdampak dapat kembali berjalan dengan lebih baik.

“Negara hadir dan berkomitmen penuh untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak. Pembangunan huntara harus dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan akses terhadap fasilitas dasar,” pungkas Rustian.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait terus memperkuat koordinasi di lapangan. Upaya tersebut meliputi penyediaan material bangunan, pengerahan tenaga kerja, hingga pengaturan tata letak huntara agar sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Selain itu, pembangunan huntara juga memperhatikan pemenuhan aspek pendukung seperti sanitasi, ketersediaan air bersih, jaringan listrik, serta akses terhadap layanan dasar lainnya. Hal ini menjadi fokus utama agar huntara tidak hanya dapat ditempati, tetapi juga mendukung kehidupan yang sehat dan aman bagi penghuninya.

Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian BNPB dalam percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Lima Puluh Kota. “Pemerintah pusat melalui BNPB akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh, termasuk memastikan percepatan pembangunan huntara berjalan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Rustian. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb Hunian Sementara Huntara pemulihan pascabencana Sumatera Barat Kabupaten Lima Puluh Kota Nagari Koto Tinggi