Gubernur Khofifah dan Menhub Jamin Arus Mudik Jatim 2026 Aman

22 Februari 2026 19:03 22 Feb 2026 19:03

Thumbnail Gubernur Khofifah dan Menhub Jamin Arus Mudik Jatim 2026 Aman

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat melaksanakan rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran Idulfitri 2026, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menggelar rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran Idulfitri 2026 yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Rapat ini dinilai krusial mengingat hasil survei Kementerian Perhubungan RI mencatat Jawa Timur sebagai provinsi tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah.

Berdasarkan proyeksi tersebut, diperkirakan sebanyak 27,29 juta orang akan melakukan pergerakan menuju Jawa Timur atau setara 17,3 persen dari total pergerakan mudik nasional.

Sementara itu, pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada tahun 2026 diproyeksikan meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang, atau naik sebesar 5,19 persen.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah persiapan dan antisipasi guna memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan selamat.

“Kami melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak, Insya Allah full team. Tentu kita ingin membangun sinergi semaksimal dan sedetail mungkin untuk penyelenggaraan angkutan lebaran baik darat, laut, udara, kereta api hingga tol semuanya bisa berjalan lancar, aman dan selamat sehingga membahagiakan semuanya,” tegas Khofifah.

Ia melanjutkan bahwa kelengkapan unsur yang terlibat harus diiringi dengan komitmen bersama dalam melakukan langkah-langkah antisipatif dan mitigatif, mulai dari kesiapan posko, rest area, kawasan wisata, hingga titik-titik rawan kemacetan di berbagai daerah.

Sebagai contoh, keberadaan Pos PAM, Pos Terpadu, serta posko layanan di daerah-daerah harus memenuhi standar kecepatan, ketepatan, serta didukung koordinasi yang efektif dan intensif.

“Seperti saat Laka Lantas, jangan sampai kondisinya memburuk karena keterlambatan evakuasi. Sehingga kehadiran Puskesmas 24 jam yang terkoneksi dengan Rumah Sakit terdekat akan sangat menentukan guna antisipasi,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara BPBD dan BMKG sebagai upaya mitigasi terhadap potensi dampak musim hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. “Tidak hanya di titik-titik wisata, tapi kita ingin mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pada momen Lebaran 2026, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa jalur tol Kraksaan–Gending di Situbondo akan kembali dibuka untuk melayani pemudik menuju wilayah timur Jawa Timur.

Seiring dengan itu, ia secara khusus meminta jajaran Pertamina untuk menyiapkan SPBU Portable di sepanjang rute tersebut guna mengantisipasi lonjakan pengguna jalan.

Terkait penyeberangan di sejumlah pelabuhan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai skema guna mengantisipasi kepadatan penumpang.

Fokus utama diarahkan ke Pelabuhan Ketapang, yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, di mana akan dilakukan penutupan layanan pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.

“Tiap tahunnya kami sesungguhnya kekurangan armada laut utamanya dari rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus di momen Nyepi besok yang akan dilakukan penutupan maka dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada,” ujar Khofifah.

“Setiap tahun kami selalu menyediakan mudik gratis, khususnya mudik gratis untuk wilayah kepulauan. Biasanya kami sediakan tidak hanya keberangkatan tetapi juga baliknya,” lanjutnya.

Berbagai langkah kesiapan yang dilakukan Pemprov Jatim ini diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam pengelolaan daerah tujuan wisata dan jalur alternatif guna mengantisipasi lonjakan arus wisatawan selama libur Lebaran.

“Langkah ini mencakup perhatian khusus pada wilayah rawan kemacetan, rawan kecelakaan, rawan bencana alam, serta kawasan pasar tumpah,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Khofifah turut mengapresiasi semakin optimalnya operasional Bandara Dhoho yang dinilai mempermudah mobilitas masyarakat. Kehadiran penerbangan Super Airjet sebanyak tiga kali dalam sepekan dinilai mampu membuka akses baru bagi masyarakat dan pelaku usaha serta memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur.

“Beroperasinya Bandara Dhoho menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mataraman,” harapnya.

Di akhir kegiatan, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terbangun antar seluruh pihak dan berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat demi suksesnya penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

“Kami siap membangun sinergi semaksimal mungkin agar kemudahan, kelancaran, keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat bisa kita laksanakan sebaik-baiknya,” pungkas Gubernur Jatim.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung Angkutan Lebaran 2026, Pemprov Jatim telah menyiapkan ribuan armada lintas moda, yang terdiri dari 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip di seluruh terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan di Jawa Timur.

Selain armada, sebanyak 8.991 personel juga disiagakan, yang melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi atas kesiapan Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan oleh Pemprov Jatim. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat menetapkan pelaksanaan Posko Lebaran 2026 pada 13–29 Maret 2026.

“Persiapan yang sudah dilakukan oleh Jawa Timur dibawah kepemimpinan Ibu Gubernur sudah sangat baik tinggal nanti pelaksanaannya di hari operasional,” ucap Menhub Dudy.

Secara khusus, ia juga memastikan akan segera menindaklanjuti permintaan tambahan armada kapal laut di Pelabuhan Jangkar sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Khofifah.

Ia pun berpesan agar seluruh kesiapan tersebut dapat dijalankan secara optimal pada saat pelaksanaan nanti.

“Harapan kita semua, saudara-saudara kita yang akan berlebaran dan merayakan Nyepi dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan RI Jawa timur Lebaran 2026 mudik 2026 mudik Khofifah