Banjir dan Angin Kencang Dominasi Kejadian Bencana, BNPB Imbau Waspada

21 Januari 2026 15:15 21 Jan 2026 15:15

Thumbnail Banjir dan Angin Kencang Dominasi Kejadian Bencana, BNPB Imbau Waspada

Proses evakuasi pohon tumbang akibat angin kencang oleh petugas gabungan di Desa Besuki, Kec. Besuki, Kab. Situbondo, Jawa Timur, Selasa, 20 Januari 2026 (Foto: BPBD Situbondo)

KETIK, SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Catatan ini berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB dalam periode 20 Januari 2026 hingga 21 Januari 2026, pukul 07.00 WIB.

Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan angin kencang. Berikut kejadian bencana yang berdampak signifikan yang berhasil dirangkum.

Kejadian banjir kembali menerjang wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Banjir kali ini berdampak pada Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Selasa, 20 Januari 2026. Banjir tersebut disebabkan oleh tanggul penahan air di Kali Citarum jebol sepanjang 8 meter. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 553 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang memasuki pemukiman warga.

Petugas terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan pendataan dan distribusi logistik. Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi meski air masih menggenang hingga Selasa, 20 Januari 2026.

Banjir juga terjadi di dua Kelurahan di Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Minggu, 18 Januari 2026 pukul 14.00 WIB. Banjir disebabkan hujan deras sehingga air sungai meluap ke pemukiman penduduk. Terhitung sebanyak 112 KK atau 142 jiwa terdampak. Kondisi terkini banjir telah surut pada Selasa, 20 Januari 2026.

Banjir juga melanda wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Pasuruan pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Banjir merendam sedikitnya 17 desa di 4 kecamatan.

BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan sebanyak 3,455 KK dengan rincian 1,735 KK di kecamatan Winongan, 758 KK di Kecamatan Granti, 567 KK di Kecamatan Gondangwetan dan 575 KK di Kecamatan Rejoso.

Hingga saat ini, petugas BPBD Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan dan pendistribusian logistik bagi warga terdampak. Hingga Rabu, 21 Januari 2026 pagi, banjir masih menggenang dengan ketinggian bervariasi dari 15 hingga 60 sentimeter.

Masih di wilayah Jawa Timur, hujan deras dan angin kencang melanda Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.

BPBD mendapat laporan adanya pohon tumbang di empat titik di Jalan Raya Besuki hingga menimbulkan kemacetan. Petugas segera merespon dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk kaji cepat dan evakuasi material pohon tumbang, petugas juga mencatat 36 unit rumah terdampak akibat angin kencang.

Angin kencang juga terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Selasa, 20 Januari 2026. Dari hasil laporan BPBD Kota Mataram, sebanyak 8 unit rumah warha terdampak, 3 rumah rusak ringan, 1 rusunawa rusak berat dan 3 lapak pedagang terdampak. Terdapat tiga KK yang mengungsi ke tempat yang lebih aman

BPBD Kota Mataram beserta tim gabungan merespon dengan segera mengevakuasi material pohon yang menimpa rumah dan akses jalan, sementara perbaikan fasilitas yang terdampak masih terus dilakukan.

Menyikapi banyaknya kejadian bencana banjir dan angin kencang, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi bahaya hidrometeorologi.

Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi.

Untuk keiapsiagaan angin kencang dan cuaca ekstrem, pangkas cabang pohon yang berpotensi tumbang, perkuat struktur bangunan rumah, dan ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb bpbd Bencana angin banjir