KETIK, JEMBER – Polisi masih terus menyelidiki pelaku yang diduga membuang bayi di rumah warga yang ada di Jalan Arowana Nomor 120, Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Bayi tersebut diduga dibuang pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026, di teras rumah warga. Sesaat setelah diletakkan di teras, bayi perempuan yang dibungkus kardus itu menangis, seperti menahan hawa dingin malam hari.
Sesaat setelah dilaporkan warga, polisi segera datang dan mengevakuasi bayi tersebut untuk mendapat pertolongan medis.
“Alhamdulillah, bayi tersebut sekarang dalam kondisi sehat,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Feebrianto saat dikonfirmasi jurnalis Ketik.com pada Rabu, 11 Februari 2026.
Yang menarik, bayi tersebut juga telah diberi nama oleh orang tuanya. Hal ini tertera dari surat wasiat menyentuh hati yang diletakkan bersama kardus.
“Tadi ketemu sekitar pukul 01.55 WIB. Ada tetangga bangunin saya, pas saya keluar ternyata ada bayi di teras. Awalnya tidak ada yang berani buka kardusnya karena kaget,” ujar Slamet.
Setelah kardus dibuka, warga mendapati bayi perempuan dalam kondisi menangis. Kulitnya masih kemerahan, tali pusarnya sudah terpotong dan dibalut kain kasa, serta tampak bersih seperti bayi yang baru dilahirkan.
Di dalam kardus, warga menemukan surat berwarna merah yang diduga ditulis oleh orang tua bayi. Surat tersebut berisi permohonan maaf sekaligus pesan emosional kepada siapa pun yang menemukan sang bayi.
Isi surat itu berbunyi:
“Hallo orang baik, kenalin nama aku CLARA ELLIERA. Aku lahir tanggal Rabu 11 Feb 2026. Maafkan papa mama aku karena merepotkanmu, mereka janji akan mencari aku. Oh iya, kalau aku sudah besar, tolong pakaikan jepit mama aku di rambut.”
Petugas yang datang menyelimuti bayi dengan kain ungu yang ada di dalam kardus. Lalu diketahui bahwa bayi perempuan tersebut sudah mengenakan pampers serta terlihat terawat.
Saat ini, bayi Clara Elliera berada dalam pengawasan tenaga medis. Polisi masih menyelidiki latar belakang peristiwa tersebut sambil memprioritaskan keselamatan sang bayi.
